INFO GOKEPRI – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, berkomitmen untuk mengubah wajah Kota Tanjungpinang dalam waktu dua tahun setelah dilantik. Prioritas mereka meliputi peningkatan akses ke kota, perbaikan pelabuhan, dan transportasi, agar Tanjungpinang lebih nyaman dan menarik bagi wisatawan.
Rencana pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, Muhammad Rudi-Aunur Rafiq, untuk meningkatkan status Kota Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri masih disalahartikan oleh sebagian kalangan.
Juru bicara Tim Pemenangan Rudi-Rafiq, Candra Ibrahim, menjelaskan Kota Tanjungpinang akan menjadi prioritas setelah Rudi dan Rafiq mulai berkantor di Dompak.
Dalam beberapa penjelasannya, Candra menyatakan bahwa Calon Gubernur HM Rudi menegaskan perubahan di Kota Tanjungpinang akan terlihat dalam waktu dua tahun.
“Pak Rudi menyebutkan bahwa beliau dan Pak Rafiq tidak mengenal istilah kerja 100 hari; mereka akan langsung tancap gas begitu dilantik,” jelas Candra.
Namun, pelaksanaan penuh rencana tersebut baru akan dimulai pada APBD 2026, karena APBD 2025 sudah disahkan oleh pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.
Postur APBD Kepri akan dievaluasi oleh Rudi-Rafiq, mengingat jadwal pelantikan mereka yang dijadwalkan pada awal tahun 2025. Oleh karena itu, hasil dari evaluasi tersebut diharapkan sudah terlihat pada 2027. Pemprov Kepri akan berkolaborasi dengan Pemko Tanjungpinang dalam pelaksanaan program-program tersebut.
Salah satu prioritas Rudi-Rafiq di ibukota provinsi pada awal pemerintahan mereka adalah memperbaiki akses masuk ke Kota Tanjungpinang. Khususnya, mereka akan membenahi pelabuhan agar lebih aman dan nyaman.
Transportasi kapal feri juga akan ditingkatkan, dengan permintaan kepada pemilik kapal dan operator untuk menyediakan layanan yang lebih baik. Candra menegaskan bahwa pelabuhan adalah wajah depan sebuah kota kepulauan.
“Jika moda transportasinya sudah nyaman, bersih, ber-AC, dan penumpang tidak dicampur dengan barang beraroma menyengat, maka akan semakin banyak orang yang datang ke Tanjungpinang. Wisatawan dari Batam pun akan lebih sering berkunjung untuk mencari tempat-tempat wisata baru,” kata Candra.
Baca: Survei Oktober: Elektabilitas Rudi-Rafiq Terus Naik, Dipilih 75 Persen Warga Batam
Selanjutnya, jalan dari pelabuhan ke kota juga akan dibenahi dan dirapikan agar warga ibukota dan pendatang semakin nyaman saat menggunakannya.
“Tentu saja tidak akan sama persis dengan jalan-jalan di Batam yang sudah dilebarkan menjadi 5 lajur di setiap jalurnya. Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan. Dengan penduduk Tanjungpinang yang hanya 204 ribu, tidak perlu jalan sampai lima lajur seperti di Batam,” tutup Candra, mengutip pernyataan HM Rudi. (INFO)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









