Zubaidah, Wartawati Kawakan Karimun Belasan Tahun Konsisten Gelar Sunatan Massal Gratis

Zubaidah (dua dari kiri) nampak tersenyum sumringah disela-sela kesuksesannya melaksanakan sunatan massal. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) — Senyumnya senantiasa mengembang ketika melihat seorang anak remaja SD tengah menjalani prosesi sunatan (khitanan) di Perumahan Taman Sari, Kelurahan Baran Barat, Ahad 28 Juni 2026.

Wajah yang sumringah itu sebagai wujud kepuasan batinnya karena telah telah terbiasa bergelut dengan aksi sosial sunatan massal.

Dialah Zubaidah, wanita paruh baya berusia 48 tahun. Zubaidah bukanlah seorang birokrat, pejabat atau anggota Ormas yang biasa mencari popularitas.

Dia hanyalah seorang jurnalis yang sehari-hari berkutat dengan liputan. Meski bertungkus lumus setiap hari dalam mencari berita, namun di sela-sela kesibukkanya itu, Zubaidah terkadang menyambangi rumah warga hanya untuk sekedar bertanya apakah ada anak lajang di rumah itu yang mau disunat.

Aksi sosial sunatan massal gratis yang dilakukan Zubaidah telah berlangsung belasan tahun. Saking lamanya, sepertinya sunatan massal sudah melekat pada diri wanita asal tanah Sunda ini, terlebih ketika momen liburan panjang sekolah seperti saat ini.

prosesi sunatan massal.

Pada liburan panjang tahun ini, Zubaidah memberikan layanan sunatan massal gratis kepada 11 anak, salah satunya pada putra Sidah (30), warga Bukit Atas RT 04 RW 01 dan rumah warga lainnya di Perumahan Bukit Taman Sari, Paya Manggis, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral.

Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi anak-anak dan orang tua di sekitar wilayah tersebut, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dari sosok yang dikenal murah senyum ini.

Untuk mensukseskan gerakan sosial yang dilakukan Zubaidah, dirinya sengaja menggandeng tim medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Karimun.

Para tenaga medis ini sudah berpengalaman dalam melakukan prosedur sunat secara aman dan nyaman serta memastikan prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.

Zubaidah menyebut, ada beberapa pihak yang rutin menjadi donatur dalam kegiatan ini, diantaranya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun serta sejumlah donatur yang merasa tergerak untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.

Kata dia, kegiatan seperti ini tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka serta mempererat tali silaturahmi antar warga.” ujarnya.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban orang tua yang mungkin terkendala biaya saat harus mengurus sunat anak mereka,” ujar Zubaidah.

Orang tua dari peserta mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

“Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa menjalani sunat dengan cara yang aman dan gratis. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” ucap Syahril (34), salah satu orang tua peserta.

Terpisah, tokoh masyarakat Karimun Andi Anwar menegaskan bahwa pentingnya kolaborasi antara tenaga medis profesional dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Kegiatan sunat massal gratis ini menjadi contoh nyata bahwa inisiatif sosial mampu membawa manfaat besar bagi komunitas kecil maupun besar.

“Semoga semangat berbagi seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama, terutama di masa-masa liburan panjang seperti saat ini.” katanya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait