Zakat hingga Belanja Pasar di Batam Mulai Beralih ke QRIS

Berlayar Bank Indonesia Kepri
Salah satu UMKM yang mengikuti bazaar BERLAYAR di Belakang Padang. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) — Zakat, infak, hingga belanja di pasar tradisional di Batam mulai beralih ke transaksi digital. Bank Indonesia memperluas penggunaan QRIS ke masjid dan pasar tradisional.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan program QRIS ZISWAF dan Pasar Tradisional Siap Transaksi Digital QRIS (PASTI QRIS) untuk memudahkan transaksi masyarakat.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan perluasan penggunaan QRIS menyasar sektor yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti rumah ibadah dan pasar tradisional.

HBRL

Baca Juga: BI Kepri Dorong QRIS Selama Ramadan, Temuan Uang Palsu Masih Marak

“Intinya kami ingin mendorong masjid-masjid agar zakat, infak, sedekah dan wakaf memanfaatkan QRIS. Selama ini sebagian besar masjid masih menerima secara tunai. Dengan QRIS, masyarakat lebih mudah menyalurkan ziswaf,” kata Rony di Batam, Rabu (4/3).

Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Roadshow TAQJIL (Tambah Amal dengan QRIS Masjid Digital). Bank Indonesia Kepri bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) untuk mendukung pembayaran ziswaf secara digital di tiga masjid percontohan, yakni Masjid Sukajadi, Masjid Cheng Ho, dan Masjid Agung Raja Hamidah Batam.

Ketiga masjid itu akan menjadi contoh sebelum program diperluas ke masjid lainnya di Batam dan wilayah Kepulauan Riau. Selain di rumah ibadah, BI Kepri juga mendorong digitalisasi transaksi di pasar tradisional melalui program PASTI QRIS.

Untuk tahap awal, BI menggandeng Bank Central Asia (BCA) karena memiliki banyak pedagang yang sudah menjadi pengguna layanan perbankan di pasar tradisional Batam.

Tiga pasar menjadi lokasi percontohan program tersebut, yaitu Pasar Penuin dengan 73 pedagang, Pasar Mitra Raya 68 pedagang, dan Pasar Summerland 48 pedagang.

Menurut Rony, program ini tidak hanya mendorong pedagang menerima pembayaran QRIS dari pembeli, tetapi juga memperluas penggunaan QRIS dalam transaksi antar pelaku usaha.

“Di pasar kita ingin membentuk rantai transaksi digital. Pedagang menerima pembayaran dari pembeli lewat QRIS, lalu mereka juga bisa membayar pemasok menggunakan QRIS,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mencakup sosialisasi sistem pembayaran QRIS kepada pedagang serta pendaftaran merchant baru di pasar-pasar tersebut.

Melalui QRIS ZISWAF dan PASTI QRIS, Bank Indonesia berharap penggunaan pembayaran digital semakin meluas di sektor rumah ibadah dan pasar tradisional, sekaligus memudahkan transaksi masyarakat. ANTARA

Baca Juga: Transaksi QRIS di Kepri Tembus Rp10,25 Triliun, Digitalisasi Menjangkau Wilayah Terluar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait