BATAM (gokepri) — Pemanfaatan pembayaran digital di Kepulauan Riau terus meluas. Hingga November 2025, nilai transaksi menggunakan QRIS di provinsi kepulauan itu mencapai Rp10,25 triliun, mencerminkan semakin masifnya adopsi transaksi nontunai di tengah aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Rony Widijarto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran di Kepri, yang ditopang peningkatan jumlah pengguna, merchant, serta volume transaksi QRIS.
“Digitalisasi pembayaran di Kepri tumbuh cukup agresif. QRIS semakin diterima dalam aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media Bank Indonesia Kepri, Selasa 30 Desember 2025.
Menurut Rony, penguatan sistem pembayaran digital tidak hanya terjadi di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga melalui integrasi QRIS dalam berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya terlihat pada ajang Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL).
Selama tiga hari pelaksanaan CERNIVAL, tercatat 140.026 transaksi QRIS dengan nominal transaksi UMKM mencapai Rp253,6 juta. Angka ini melonjak lebih dari 400 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun 2023, menandakan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha kecil terhadap pembayaran digital.
Perluasan transaksi non-tunai juga menyasar wilayah perbatasan. Melalui Festival Digital Kepulauan Riau (BERLAYAR) di Pulau Belakang Padang, transaksi QRIS mencapai 49.076 kali hanya dalam dua hari pelaksanaan.
“Ini menunjukkan adopsi pembayaran digital mulai menjangkau wilayah terluar Kepri,” kata Rony.
Selain transaksi domestik, Bank Indonesia Kepri juga mencatat peningkatan penggunaan QRIS lintas negara. Hingga November 2025, transaksi QRIS cross-border dari wisatawan Thailand tercatat Rp236,89 juta, Malaysia Rp43,55 miliar, dan Singapura Rp8,43 miliar.
Skema QRIS lintas negara ini dinilai mempermudah wisatawan asing bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai. Dampaknya, sektor pariwisata dan perdagangan lokal ikut terdorong.
Rony menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sistem pembayaran digital secara berkelanjutan. Targetnya membangun ekosistem transaksi yang efisien dan inklusif, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah kepulauan.
Baca Juga: Membuka Gerbang Ekonomi ke Asia Tenggara Lewat QRIS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









