Vaksinasi Covid-19 di Kepri Mulai Kamis, 14 Januari

vaksinasi di kepri
Sekdaprov Kepri Arif Fadilla mengikuti video conference bersama Menteri Kesehatan terkait pelaksanaan vaksinasi, Senin (11/1/2021).

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kepri akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada Kamis, 14 Januari 2021. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif Fadillah usai video conference bersama Menteri Kesehatan, Senin (11/1/2021).

“Bapak Menteri tadi mengarahkan agar daerah segera melakukan vaksinasi. Untuk provinsi seluruh Indonesia akan dilaksanakan vaksin massal pada Kamis (14/1) diikuti oleh kabupaten/kota pada Jumat (15/1),” katanya.

Arif menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan pasca-keluarnya izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Dengan adanya izin Badan POM dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), maka tidak ada hal lagi yang menghalangi pelaksanaan vaksinasi.

Untuk penyuntikan vaksin tahap pertama di Provinsi Kepri akan dimulai dengan kepala daerah. Kemudian para pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Lokasi penyuntikan untuk sementara di RSUP Ahmad Thabib, karena pertimbangan kelengkapan alat medis.

“Tahap awal akan kita mulai bersama Forkompinda serta tokoh masyarakat serta tenaga kesehatan. Dengan tetap memperhatikan kriteria penerima vaksin, di antaranya rentang usia 18 sampai 59 tahun,” ujarnya.

Baca juga: Badan POM Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M. Bisri menjelaskan, masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin harus melalui empat meja pelayanan. Pertama, meja verifikasi petugas untuk memastikan identitas penerima vaksinasi. Kedua, meja pemeriksaan kesehatan dan identifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

Ketiga, meja penyuntikan vaksin. Untuk vaksin mutidosis petugas menuliskan tanggal dan jam dibukanya vial vaksin dengan pulpen/spidol di label vial vaksin. Petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan aman. Keempat, meja tunggu sekitar 30 menit sebagai antisipasi bila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Jadi ini tidak serta merta kita lakukan. Penerima vaksin akan kita pastikan sehat dulu, baru kita suntik vaksin. Kita pastikan vaksin ini aman bagi siapapun. Jadi masyaralat tidak perlu takut, karena vaksin ini aman, efektif, halal, dan bermanfaat,” jelasnya.

Bisri memastikan pelaksanaan penyuntikan vaksin berlangsung secara terbuka dan transparan. Sehingga measyarakat bisa melihat dan menyaksikan penyuntikan vaksin ini ke para pejabat daerah.

“Nanti kita videokan secara detail dan dekat. Mulai dari pembukaan vaksin yang masih tersegel hingga penyuntikan vaksin kepada penerima,” katanya. (wan)

BAGIKAN