TANJUNGPINANG (gokepri) — Gangguan listrik yang sempat melanda Batam dan Bintan pada 12–14 Oktober 2026 disebut telah pulih. Namun, Dinas Pariwisata Kepulauan Riau masih meminta wisatawan memperhatikan kondisi udara di sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan gangguan kelistrikan tersebut telah kembali normal. Ia mengapresiasi koordinasi PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam memulihkan pasokan listrik.
“Kondisi yang terjadi belakangan ini tidak boleh mengurangi komitmen bersama guna menjaga kepercayaan wisatawan dalam maupun luar negeri,” kata Hasan di Tanjungpinang, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Baca Juga: Singapura Sumbang Hampir 40 Persen Kunjungan Turis Mancanegara ke Batam
Sementara itu, kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah Kepri dalam sepekan terakhir, menurut Hasan, merupakan kiriman dari luar daerah. Berbagai pemangku kepentingan masih berupaya menangani kondisi tersebut.
Hasan berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah dapat membantu mengurangi kabut asap. Meski demikian, ia mengingatkan pelaku industri pariwisata dan wisatawan agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga kesehatan.
Informasi mengenai situasi terkini, kata dia, perlu disampaikan secara proporsional agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
“Wisatawan dianjurkan pakai masker apabila diperlukan, khususnya ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik,” ujar Hasan.
Di tengah kondisi kabut asap, Hasan meminta pelaku industri pariwisata di Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, dan wilayah Kepri lainnya tetap menjaga kualitas pelayanan.
“Keramahan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan harus tetap menjadi prioritas agar Kepri senantiasa menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” katanya.
Bagi wisatawan yang ingin beraktivitas di dalam ruangan, Kepri menawarkan sejumlah pilihan, antara lain kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), wellness tourism, pusat perbelanjaan, dan wisata kuliner.
Pilihan destinasi juga tersebar di Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas. Kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia serta konektivitas menuju kawasan tersebut menjadi sejumlah keunggulan yang perlu terus diperkuat, menurut Hasan.
Sebagai gambaran, Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri mematok target kedatangan 2,7 juta pelancong asing sepanjang tahun 2026 atau melampaui target tahun sebelumnya yang berkisar 2 juta orang. Target ini berpeluang besar tercapai mengingat akumulasi kunjungan sejak Januari hingga Agustus 2026 sudah menyentuh 1,4 juta orang.
Kepala Dispar Kepri Hasan terus menggenjot angka kunjungan dengan memperkuat promosi serta memoles kualitas destinasi secara konsisten. “Kami menyiasati target ini dengan menggelar beragam ajang wisata berskala nasional maupun internasional,” kata Hasan. ANTARA
Baca Juga: Berkah Libur Panjang, Turis Negara Tetangga Ramai-Ramai Plesir ke Kepri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







