Kepri ingin memperluas investasi UEA. Batam menjadi pintu masuk karena memiliki fasilitas perdagangan dan investasi khusus.
TANJUNGPINANG (gokepri) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong perluasan investasi Uni Emirat Arab (UEA) ke berbagai sektor, dengan Batam sebagai salah satu pintu masuk utama. Upaya itu dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri di Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas hubungan ekonomi Indonesia dan UEA serta perkembangan investasi IFFCO Group, perusahaan pangan asal UEA yang telah beroperasi di Batam. Pertemuan juga berlangsung pada momentum 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA.
Baca Juga: Batam Buka Pintu untuk Investor UEA
“Komunikasi ini diharapkan dapat mendorong perluasan investasi UEA di berbagai sektor potensial di Kepri,” kata Nyanyang setelah bertemu Dubes UEA.
Menurut Nyanyang, posisi Kepri yang berdekatan dengan jalur perdagangan internasional menjadi salah satu modal untuk menarik investasi asing. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga iklim usaha dan memberikan kemudahan pelayanan bagi investor, termasuk dari UEA.
Salah satu investasi UEA yang telah berjalan di Batam berasal dari IFFCO Group melalui PT Synergy Oil Nusantara. Perusahaan tersebut mengoperasikan fasilitas pemurnian minyak makan di kawasan Kabil, Nongsa.
“Keberadaan perusahaan ini jadi salah satu bukti kontribusi investasi UEA dalam mendukung aktivitas industri dan perekonomian Batam,” ujar Nyanyang.
Nyanyang mengatakan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menempatkan Kepri dalam tiga besar wilayah di luar Jawa yang paling diminati investor asing pada semester I-2026. Pada periode yang sama, ia menyebut realisasi investasi di Batam mencapai Rp40 triliun dan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,28 persen.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal bagi Kepri untuk memperkuat daya saing daerah dan membuka peluang kerja sama baru dengan investor global. Pemerintah daerah juga ingin investasi yang masuk memberi dampak lebih luas kepada perekonomian masyarakat.
“Kami ingin investasi tidak hanya meningkatkan nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat industri lokal,” katanya.
Batam juga memiliki status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Status tersebut memberikan fasilitas kepabeanan dan perpajakan khusus yang mendukung aktivitas perdagangan serta investasi.
Keunggulan tersebut menjadi salah satu faktor yang menurut pemerintah daerah memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi internasional. Pemerintah Kepri menyatakan akan terus meningkatkan pelayanan perizinan dan penanaman modal bagi investor asing yang telah maupun akan mengembangkan usaha di wilayah tersebut.
Baca Juga: Pengembangan Data Center di Batam Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-UEA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







