Usulan Green Premium Jadi Dasar Harga Ekspor Listrik ke Singapura

Panel surya PLTS KDKMP Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau.
Panel surya pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pulau Sembur Laut, Batam, Kepulauan Riau. Proyek yang telah mencapai progres 80 persen itu ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 untuk mendukung kemandirian energi dan ekonomi masyarakat pesisir. Foto: Pertamina NRE

JAKARTA (gokepri) – Nilai lingkungan dinilai perlu menjadi bagian dari harga ekspor listrik hijau Indonesia ke Singapura. Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan skema green premium atau premi hijau agar kerja sama energi kedua negara memberi manfaat ekonomi yang seimbang sekaligus menghargai kontribusi Indonesia dalam penyediaan listrik rendah emisi.

Usulan tersebut muncul di tengah negosiasi tarif ekspor listrik yang masih berlangsung. Pemerintah Indonesia belum menetapkan harga karena ingin memastikan nilai jual listrik mencerminkan kepentingan nasional dan menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan.

Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa menilai formula harga tidak cukup hanya menutup biaya investasi dan memberi margin keuntungan. Menurut dia, manfaat lingkungan yang diterima Singapura juga memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: Mengapa Rencana Ekspor Listrik Batam ke Singapura Mandek

“Prinsipnya ada pengembalian investasi ditambah green energy premium,” ujar Fabby, Rabu (8/7/2026), dikutip dari Bloomberg Technoz.

Fabby menjelaskan Singapura memperoleh keuntungan karena pasokan listrik berbasis energi terbarukan dari Indonesia membantu menurunkan emisi karbon. Manfaat tersebut, menurut dia, layak diperhitungkan dalam pembentukan harga jual listrik.

Ia menambahkan, besaran premi hijau merupakan ranah perhitungan teknis pemerintah bersama pelaku usaha. Namun, struktur harga ideal tetap mencakup biaya investasi, margin yang wajar, dan tambahan nilai atas manfaat lingkungan.

Green premium merupakan biaya tambahan yang mencerminkan nilai lebih suatu produk atau teknologi ramah lingkungan dibandingkan alternatif berbasis energi fosil. Dalam perdagangan listrik bersih, premi ini menjadi kompensasi atas manfaat pengurangan emisi yang dinikmati pembeli.

Pemerintah hingga kini masih mematangkan regulasi ekspor listrik hijau ke Singapura. Aturan turunan belum diterbitkan karena negosiasi harga belum mencapai kesepakatan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak ingin terburu-buru menetapkan tarif sebelum menemukan titik temu yang menguntungkan kedua negara.

“Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan,” ujar Bahlil di Istana Negara, Senin (6/7/2026).

Menurut Bahlil, perbedaan pandangan mengenai nilai komersial listrik masih menjadi pembahasan utama. Meski demikian, ia optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

Selain ekspor listrik hijau, Indonesia dan Singapura juga menyepakati pengembangan kawasan industri hijau serta kerja sama carbon capture and storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon. Ketiga agenda tersebut menjadi satu paket kerja sama energi yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman sejak tahun lalu.

Di sisi lain, Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Danantara, Keppel Electric, dan Sembcorp telah menandatangani nota kesepahaman untuk proyek ekspor listrik energi baru terbarukan ke Singapura.

Rosan menjelaskan pembangkit listrik akan dibangun bersama mitra swasta di Batam, Bintan, dan Karimun. Proyek itu dirancang memiliki kapasitas total 3,4 gigawatt, sedangkan tahap pertama berkisar 600 megawatt hingga 1,2 gigawatt.

Menurut Rosan, Danantara, Keppel Electric, dan Sembcorp akan berperan sebagai pembeli listrik (offtaker) dalam skema kerja sama tersebut. Proyek itu diharapkan menjadi fondasi perdagangan listrik hijau Indonesia-Singapura dalam jangka panjang. BLOOMBERG TECHNOZ

Baca Juga: Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Kesepakatan Harga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait