SINGAPURA (gokepri) — Pengalaman penumpang kapal feri dari Singapura menuju Batam berubah mulai Selasa (7/7/2026). Singapura mengoperasikan terminal penumpang baru di HarbourFront yang mengandalkan layanan mandiri, pemeriksaan imigrasi otomatis, dan kapasitas ruang tunggu yang lebih besar.
Terminal baru Singapore Cruise Centre menggantikan terminal lama secara bertahap sepanjang Juli 2026. Modernisasi ini bertujuan mempercepat arus penumpang tanpa mengubah rute maupun jadwal pelayaran menuju Batam dan sejumlah tujuan lain di Kepulauan Riau.
Dikutip dari media Singapura, Channel News Asia, Operator Batam Fast Ferry menjadi perusahaan pertama yang berpindah ke terminal baru pada Selasa (7/7/2026). Empat operator lain, yakni Horizon Fast Ferry, Majestic Fast Ferry, Sindo Ferry, dan Indo Falcon Shipping & Travel, menyusul pada 15 Juli 2026 bersamaan dengan perpindahan layanan kapal pesiar.
Baca Juga: Harbourfront Centre Singapura Tutup 27 Juli, Feri Rute Batam Pindah ke Terminal Baru
Meski lokasi keberangkatan berubah, seluruh rute, tujuan, jadwal pelayaran, serta dermaga keberangkatan tetap sama.
Terminal baru berlokasi sekitar 70 meter dari terminal lama di HarbourFront Centre. Penumpang dapat mencapainya melalui Stasiun MRT HarbourFront pintu keluar B yang terhubung dengan jalur pejalan kaki beratap menuju terminal dan pusat perbelanjaan VivoCity.
Singapore Cruise Centre mengimbau penumpang menggunakan transportasi umum karena kapasitas parkir di kawasan terminal terbatas.
Perubahan paling menonjol terdapat pada proses keberangkatan. Penumpang kini dapat mencetak boarding pass dan label bagasi secara mandiri melalui 25 kios digital sebelum menyerahkan bagasi di enam konter otomatis.
Sebelumnya, penumpang yang membeli tiket secara daring tetap harus mengambil boarding pass di loket operator feri. Loket tersebut tetap tersedia bagi penumpang yang memerlukan bantuan petugas.
Barang berukuran besar, seperti sepeda, diproses melalui jalur khusus sebelum dimuat ke kapal.
Setelah proses check-in, penumpang menuju lantai dua untuk pemeriksaan imigrasi. Area keberangkatan dilengkapi 14 jalur pemeriksaan otomatis, termasuk delapan jalur khusus bagi keluarga dengan anak kecil, lansia, pengguna kursi roda, dan ibu hamil.
Sebagian jalur disiapkan khusus bagi pemegang paspor Singapura. Warga negara dan penduduk tetap (permanent resident) Singapura juga dapat melewati pemeriksaan imigrasi tanpa menunjukkan paspor melalui sistem verifikasi biometrik wajah milik Immigration and Checkpoints Authority.
Ruang tunggu penumpang kini sekitar 50 persen lebih luas dibandingkan terminal sebelumnya. Terminal juga memiliki ruang tunggu VIP berkapasitas 70 orang dan enam gerbang naik otomatis untuk mempercepat proses naik ke kapal.
Di area kedatangan tersedia 32 jalur pemeriksaan imigrasi otomatis, termasuk jalur khusus bagi kelompok rentan serta jalur tersendiri untuk warga negara Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin tinggal jangka panjang.
Fasilitas terminal juga diperluas dengan ruang menyusui, ruang ibadah, alat bantu pengguna kursi roda, stasiun pengisian kendaraan listrik, serta gerai makanan dan minuman.
Kepala Eksekutif Singapore Cruise Centre Jacqueline Tan mengatakan konsep terminal lebih menitikberatkan pada kebutuhan penumpang yang sedang bepergian.
“Jenis makanan yang kami sediakan lebih banyak pilihan siap saji karena sesuai dengan kebutuhan para pelancong,” ujar Tan.
Menurut Tan, terminal baru ini tetap akan beroperasi hingga pemerintah Singapura membangun terminal ferry dan kapal pesiar terpadu di kawasan Greater Southern Waterfront. CHANNEL NEWS ASIA
Baca Juga: Ekspor Listrik Indonesia ke Singapura Masuk Tahap Eksekusi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









