Upah Tinggi, Batam Jadi Magnet Pendatang Pencari Kerja

pelatihan disnaker batam
Pendaftaran ulang untuk pelatihan kerja dan sertifikasi bagi pencari kerja di Disnaker Batam. Foto: Dokumentasi Disnaker Batam

BATAM (gokepri.com) – Kota Batam mengalami lonjakan jumlah pendatang, terutama pencari kerja yang tertarik pada industri manufaktur, perkapalan, dan sektor lainnya yang berkembang pesat di kota ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan fenomena ini sulit dihindari. Menurutnya, Batam menjadi magnet bagi pendatang karena upah minimum yang mencapai Rp5 juta, lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.

“Untuk Pulau Sumatera, Batam jadi kota paling favorit. Hal itu karena Batam sebagai kota industri,” katanya belum lama ini.

Baca Juga: Disnaker Imbau Pencari Kerja Jangan Datang ke Batam Tanpa Keahlian

Rudi menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan tenaga kerja, terutama dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan yang seimbang dengan pertumbuhan penduduk. Namun, ia menegaskan bahwa tidak mudah bagi pendatang untuk bersaing di Batam jika tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Keahlian ini jadi tantangan bagi pendatang. Kami tidak bisa melarang mobilisasi penduduk, tapi kami imbau agar yang datang sudah membekali diri dengan keterampilan sesuai dengan karakteristik industri di Batam,” ujarnya.

Pemko Batam juga telah menjalin kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun, meningkatnya jumlah pencari kerja dari luar daerah tetap membuat persaingan semakin ketat.

“Persaingan akan semakin tinggi jika jumlah pencaker meningkat pasca-Lebaran. Kalau pendatang tidak punya keahlian, mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Jadi saya imbau miliki keahlian sebelum memutuskan untuk datang ke Batam,” kata Rudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait