BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam mengimbau para calon perantau atau pencari kerja untuk tidak asal datang ke Batam jika tidak memiliki keterampilan atau keahlian yang memadai.
Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan meningkatnya jumlah pendatang yang mencari pekerjaan namun berakhir kesulitan karena kurangnya kualifikasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti menyebutkan, sepanjang tahun 2024 terdapat 8.463 lowongan kerja formal dan informal di Kota Batam. Welder, serta perusahaan perusahan oil and gas masih menjadi perusahaan paling banyak membuka peluang kerja di sepanjang tahun 2024 ini.
Baca Juga: 1.780 Pencari Kerja Ikuti Pelatihan Kerja Disnaker Batam
Namun banyaknya permintaan tersebut tak sebanding dengan keahlian yang dimiliki para pekerja. Hal ini yang menyebabkan, perantau kesulitan untuk bersaing di kota Batam.
“Ini data yang masuk ke kita sampai dengan Mei 2024 ini. Itu yang paling banyak tapi klasifikasi untuk itu kurang, ” kata Rudi, Selasa 2 Juli 2024.
Walau pun ada juga yang tidak membutuhkan spesifikasi khusus terutama bagi mereka yang ditempatkan di bagian operator, namun posisi operator tidak selamanya ada.
“Lowongan kerja di Batam saat ini cukup banyak. Baik yang bergerak di bidang formal ataupun informal, seperti penjaga toko dan sebagainya. Kami juga mewajibkan setiap perusahaan melaporkan lowongan kerja ke Disnaker Batam,” kata dia.
Ia mengimbau, agar para perantau yang ingin mengadu nasibnya di bandar dunia madani harus memiliki kemampuan. “Jadi jangan asal datang. Tapi tidak memiliki kemampuan apa-apa, susah bersaing di Batam,” kata dia.
Ia memprediksikan jumlah pencari kerja yang ber-KTP Batam ini akan terus bertambah, seiring kelulusan sekolah tahun ini. Selain itu angka ini bertambah dikarenakan banyaknya pekerja yang habis kontrak dan mengurus kartu kerja yang baru.
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid mengungkapkan, data lowongan kerja Apindo dengan Disnaker Batam hampir sama yakni di angka 8 ribuan di tahun ini.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Batam yang telah berhasil tumbuh di atas 7 persen telah membuka banyak kesempatan kerja. Khususnya di bidang manufaktur, galangan kapal, minyak dan gas, juga di bidang jasa, perdagangan serta lain sebagainya.
“Bidang-bidang usaha lainnya juga relatif banyak membuka lowongan pekerjaan,” ujar Rafki.
Disinggung terkait spesifikasi khusus yang dicari perusahaan, ia menjawab hal ini karena tuntutan perubahan. Perusahaan manufaktur saat ini mulai beralih ke teknologi produksi yang lebih tinggi.
Akibatnya mereka mulai mengurangi permintaan terhadap tenaga kerja yang belum terampil. Serta mereka lebih banyak membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian atau skill di bidang tertentu.
“Untuk itu, pencari kerja harus secepatnya menyesuaikan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan kerja yang ada,” tuturnya.
Mereka bisa mengikuti pelatihan yang disediakan Disnaker Batam di tiap tahun jika ingin menyesuaikan dengan kebutuhan kerja di Batam. Namun jika ingin cepat bisa juga dengan membayar pelatihan secara mandiri.
“Intinya pencari kerja zaman sekarang, tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah sekolah semata. Harus dilengkapi dengan sertifikat keahlian tertentu supaya cepat mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









