UMKM Waspada Penipuan Online, Simak Tanda-tandanya

penipuan online
Ilustrasi. Pelaku UMKM harus waspada penipuan online, simak tanda-tandanya. Fotgo: Pexels

BATAM (gokepri.com) – Bisnis skala kecil atau UMKM juga berpotensi untuk jadi sasaran penipuan online. Oleh karena itu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu tahu tanda-tanda penipuan yang kerap menyasar bisnis skala kecil.

Para penipu biasanya menerapkan pendekatan yang lebih individual untuk menciptakan skema rekayasa sosial yang lebih meyakinkan.

Berikut ini tanda-tanda atau trik penipuan yang sering dilakukan secara online kepada pelaku UMKM, dikutip dari siaran pers Kaspersky.

HBRL

Menawarkan acara palsu

Para penipu menawarkan undangan untuk mengikuti acara palsu, seperti konferensi, roundtable, penghargaan, dan diskusi menarik dengan pembicara terkenal. Melalui acara palsu ini penipu menjual tiket ke acara yang sebenarnya tak pernah ada.

Bentuk penipuan ini dilakukan karena pelaku UMKM tentu sangat menantikan peluang untuk menembangkan bisnis, salah satunya dengan mengikuti acara-acara.

Meniru pemasok terpercaya

Perusahaan besar biasanya memiliki departemen khusus dan prosedur yang ketat untuk memeriksa subkontraktor sebelum mulai bekerja sama.

Namun, bisnis skala kecil mungkin kekurangan sumber daya untuk melakukan hal tersebut.

Penipu memikat pengusaha kecil dengan berbagai penawaran menarik, ketentuan yang fleksibel, dan situs web yang tampak seperti asli.

Mereka bisa saja meniru semua jenis organisasi mulai dari agen perjalanan hingga pemasok grosir.

Memeras melalui ulasan buruk

Para penipu juga bisa memeras melalui ulasan buruk mengenai bisnis kecil sasarannya. Hal ini tentu merusak reputasi bisnis kecil tersebut.

Penipu lalu mengirimkan pesan melalui email yang menawarkan untuk menghapus ulasan dengan membayar sejumlah uang.

Spear phishing

Phishing merupakan salah satu metode paling populer dan mudah diterapkan agar mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mencuri uang perusahaan, seperti login rekening bank, kata sandi, dan sebagainya.

Dalam kasus spear phishing, penipu akan mengirim email langsung ke orang yang bertanggung jawab atas anggaran perusahaan.

Kemudian, mereka akan menyamar sebagai bank, mitra, atau kolega, dan meminta pembayaran atau informasi mengenai karyawan atau rekening perusahaan.

Agar tak menjadi korban penipuan-penipuan tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Selalu periksa ejaan atau tanda-tanda mencurigakan jika menerima email dari pengirim baru.

Bekali diri dengan pengetahuan keamanan siber. Kemudian laporkan upaya penipuan itu ke organisasi penegak hukum.

Baca Juga: Berencana Beli Rumah? Kenali Modus Penipuan di Dunia Properti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati/Antara

Pos terkait