Berencana Beli Rumah? Kenali Modus Penipuan di Dunia Properti

Modus penipuan properti
Ilustrasi: Shutterstock

BATAM (gokepri.com) – Memiliki rumah sendiri adalah impian. Namun tidak semua orang memiliki pengetahuan yang baik tentang bagaimana membeli sebuah properti yang tepat.

Padahal, selain harganya yang mahal, rumah atau properti merupakan investasi jangka panjang, sehingga perlu pemikiran jangka panjang dan rasional ketika memutuskan untuk membeli sebuah rumah atau properti.

Apalagi saat ini, modus penipuan di dunia properti kian banyak. Tidak hanya penipuan dengan cara lama, seperti pemalsuan surat-surat, juga penipuan properti gaya baru karena kemajuan teknologi.

Korbannya bisa siapa saja. Jadi, kalau saat ini Anda sedang berencana untuk membeli rumah pertama, kenali dulu modus-modus penipuan di dunia properti yang marak terjadi, seperti diungkap oleh Vina Yenastri, Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome, sebuah platform e-commerce properti satu pintu, dikutip dari Femina.

1. DP dibawa oleh oknum perantara

Kasus ini bukan hal baru, tapi masih marak terjadi. Itu sebabnya, ketika Anda ingin membeli properti melalui perantara, pastikan menggunakan perantara, yang sudah terdaftar di AREBI. Dan pastikan Anda mentransfer uang DP ke nomor rekening perusahaan perantara tersebut.

“Jadi, ketika membayar DP menggunakan rekening perantara, pastikan rekeningnya berupa rekening PT dari si agen propertinya. Tapi kalau tidak menggunakan broker atau agen properti, dalam artian tidak ada pihak ketiga, sebaiknya DP itu ditransfer ke rekening penjualnya atau yang namanya ada di sertifikat,” terang Vina.

Ingatlah untuk membuat perjanjian resmi sebelum melakukan transfer atau pembiayaan apapun kepada di penjual. Karena perjanjian dapat meminimalisir penipuan, karena ada sanksi atau kesepakatan resmi antara si penjual dan pembeli.

2. Pembeli pinjam sertifikat asli

Sertifikat tanah itu syarat utama yang perlu Anda cek ketika akan membeli rumah. Pastikan surat tanah yang ditunjukkan adalah benar sertifikat yang asli, bukan dari pinjaman seseorang.

Untuk mencegah penipuan sertifikat asli, lakukan pengecekan sertifikat ke BPN dan gunakan jasa notaris terpercaya atau Anda juga bisa melakukan pengecekan bersamaan ke BPN jika ingin melakukannya secara independen. “Sekarang kita juga bisa menggunakan pengecekan sertifikat online melalui aplikasi dari BPN,” jelas Vina.

3. Hati-hati mafia tanah

Mafia tanah tidak bisa bekerja sendirian, pasti dia dibantu oleh oknum yang lain. Jadi, biasanya dari properti atau tanah yang masih girik, yang belum bersertifikat, lalu dari tanah tersebut diakui oleh si mafia tanah ini dan diklaim bahwa tanah itu adalah milik dia. Biasanya ini terjadi di daerah atau lokasi yang statusnya masih girik, belum ada sertifikat.

4. Scam listing

Scam listing ini biasanya lebih kepada sewa-menyewa. Jadi misalkan ada iklan penyewaan apartemen atau properti, lalu ada yang menyewa selama satu bulan. Lalu di tengah-tengah masa sewanya, properti ini diiklankan lagi dan dipakai untuk disewakan ke orang lain lagi dengan harga murah. Gimana cara menghindarinya? Ketika Anda menyewa properti, lakukan juga surat perjanjian sewa-menyewa di depan notaris. Jadi aman juga secara hukum.

5. Modus lelang rumah

Pelaku mengaku dari perusahaan resmi yang melelang rumah sitaan bank. Biasanya para korban akan diminta untuk segera transfer uang sebagai tanda jadi. Agar terhindar dari penipuan ini, sebaiknya dicek dulu latar belakang penyelenggara lelangnya.

Rumah Lelang memang biasanya berada di bawah harga pasar, dan cukup menggirukan. Tapi pastikan untuk menggunakan balai lelang yang terpercaya. Jangan mudah percaya pada orang yang menelepon secara random nawarin properti.

Vina pun mengingatkan agar terhindari dari modus-modus penipuan tersebut, ketika ingin membeli rumah atau properti pahami benar-benar alirnya. Dan yang terpenting, jangan gampang percaya sama orang. Dan pahami aspek legal pada properti.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Candra Gunawan

BAGIKAN