“Sebagai bagian dari strategi perusahaan kami, kami secara teratur meninjau prioritas strategis dan posisi pasar kami di semua operasi kami, dan kontribusinya terhadap Grup Ooredoo, ”tambah Ooredoo, yang beroperasi di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara.
Saham Indosat naik 7,6% setelah pengumuman Tri-Indosat merger, memberikan kapitalisasi pasar sebesar Rp30,70 triliun (USD2,2 miliar).
CK Hutchison mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa transaksi potensial tunduk pada uji tuntas, kesepakatan persyaratan, penandatanganan perjanjian definitif dan mendapatkan semua persetujuan perusahaan dan peraturan yang diperlukan.
Indonesia baru-baru ini mengeluarkan undang-undang baru yang menyederhanakan melakukan bisnis dan mengizinkan pembagian spektrum antar perusahaan telekomunikasi, dengan para pejabat mengatakan kepada wartawan bahwa mereka berharap hal itu akan memacu konsolidasi di pasar.
“Konsolidasi diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi mempersiapkan investasi mereka untuk penerapan awal 5G di Indonesia,” Menteri Komunikasi Indonesia Johnny Plate mengatakan kepada Reuters menjelang pengumuman Ooredoo.
Analis mengatakan bahwa merger antara Ooredoo dan Hutchison akan meninggalkan unit Indonesia Telco Grup Axiata Group di Indonesia dalam hal pangsa pasar.
PT XL Axiata Tbk adalah pemain terbesar kedua menurut jumlah pelanggan di ekonomi terbesar di Asia Tenggara, diikuti oleh Indosat, PT Smartfren Telecom Tbk dan unit telekomunikasi lokal CK Hutchison Holdings Ltd.
Wajib Lapor
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia soal rencana merger.
Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail mengatakan kedua operator tersebut wajib melapor kepada pemerintah apabila berkeinginan untuk merger. Sejumlah permasalahan – termasuk mengenai kepemilikan spektrum frekuensi – akan dibahas di tingkat kementerian, agar pemanfaatan spektrum frekuensi makin optimal.
“Sebelum merger lapor dahulu. Untuk sekarang saya belum dapat informasi resminya,” kata Ismail kepada Bisnis.com, Sabtu (27/12/2020).
Di sisi lain, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kodrat Wibowo mengaku belum menerima laporan mengenai Tri dan Indosat merger karena berdasarkan UU No. 5/1999 tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat, kedua perusahaan diperkenankan untuk melebur terlebih dahulu untuk selanjutnya baru dievaluasi.
“Merger dahulu baru lapor dan nanti dinilai secara analisa penguasaan pasar,salah satunya jumlah pelanggan dan geografisnya. Tahap tolerir atau tidak tergantung dari penilaian dan rasional dari merger tersebut,” kata Kodrat.
Investasi besar untuk menggelar 5G disinyalir menjadi salah satu penyebab munculnya rencana merger antara PT Hutchison 3 Indonesia dengan PT Indosat Tbk (ISAT).
Chief of Marketing Jarvis Asset Management Kartika Sutandi mengatakan bahwa persiapan menuju 5G menjadi salah satu pertimbangan merger antara Indosat dengan Tri Indonesia. Untuk menggelar 5G dibutuhkan belanja modal yang besar sekaligus spektrum frekuensi yang cukup.
Saat ini Tri menggunakan frekuensi sebesar 35 MHz yang tersebar di 1800 (10 MHz), 2100 MHz (15 MHz) dan 2300 MHz (10 MHz). Adapun Indosat menggunakan frekuensi sebesar 47,5 MHz yang tersebar di 850 (2,5 MHz), 900 (10 MHz), 1800 (20 MHz) dan 2100 MHz (15 MHz).








