Transnusa Buka Rute Penerbangan Jakarta-Bangkok Dua Kali Sehari

Pesawat Transnusa melayani penerbangan perdana rute Jakarta-Bangkok pada 9 Agustus 2026.
Pesawat Transnusa pada penerbangan perdana rute Jakarta-Bangkok yang mulai beroperasi dua kali sehari pada 9 Agustus 2026. Foto: Transnusa

JAKARTA (gokepri) – PT Transnusa Aviation Mandiri membuka penerbangan langsung Jakarta-Bangkok dua kali sehari untuk memperluas akses Indonesia ke jaringan udara Asia Tenggara. Maskapai menargetkan keterisian 75 persen dalam dua bulan pertama dan 80 persen setelah permintaan tumbuh.

Penerbangan perdana rute tersebut berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026. Seluruh penerbangan Transnusa menuju Bangkok mendarat di Suvarnabhumi Airport, bandara internasional utama Thailand yang menjadi hub bagi lebih dari 130 maskapai dunia.

Group Chief Executive Officer Transnusa Datuk Bernard Francis menyebut rute Jakarta-Bangkok sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan. Rute ini sekaligus menjadi layanan pertama Transnusa menuju Thailand.

Baca Juga: Super Jet Ajukan Rute Penerbangan Bandung-Batam

“Untuk pertama kalinya, kami menghadirkan layanan penerbangan ke Thailand dengan frekuensi dua kali setiap hari,” kata Bernard dalam keterangan di Jakarta, Ahad 9 Agustus 2026.

Frekuensi tersebut memberi pilihan perjalanan langsung bagi penumpang dari Jakarta sekaligus membuka akses lanjutan melalui Bangkok menuju berbagai destinasi internasional. Suvarnabhumi menjadi titik penghubung karena memiliki jaringan penerbangan yang luas di kawasan.

Transnusa tidak hanya mengandalkan penumpang Indonesia yang bepergian ke Thailand. Maskapai juga membidik wisatawan Thailand dan wisatawan internasional yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Menurut Bernard, minat wisatawan Indonesia terhadap Thailand terus menjadi peluang pasar. Pada saat yang sama, ketertarikan wisatawan Thailand terhadap Indonesia dinilai dapat diperkuat melalui konektivitas udara langsung.

Karena itu, rute Jakarta-Bangkok diarahkan tidak semata untuk perjalanan wisata. Transnusa memperkirakan penerbangan tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat, perdagangan, investasi, serta kegiatan MICE antara kedua negara.

“Kami percaya konektivitas yang semakin baik akan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat di kedua negara,” ujar Bernard.

Untuk menarik pasar pada tahap awal, Transnusa menawarkan tarif khusus mulai Rp2.799.000 untuk penerbangan sekali jalan. Harga tersebut menjadi bagian dari peluncuran rute baru Jakarta-Bangkok.

Transnusa memasang target keterisian penumpang sebesar 75 persen selama dua bulan pertama penerbangan Jakarta-Bangkok. Maskapai memperkirakan tingkat keterisian dapat mencapai 80 persen ketika permintaan pasar bertumbuh.

Target tersebut menjadi ukuran awal bagi Transnusa untuk menilai potensi rute baru tersebut. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan internasional dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar regional.

Bernard mengatakan ekspansi tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas Indonesia dengan sejumlah destinasi utama di Asia. Jakarta-Bangkok menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan jaringan internasional Transnusa.

Langkah berikutnya sudah disiapkan. Pada 9 September 2026, Transnusa akan membuka penerbangan langsung Bali-Phuket, memperluas jaringan penerbangan Indonesia-Thailand yang dibangun maskapai tersebut. ANTARA

Baca Juga: Citilink Tambah Penerbangan Langsung Batam-Yogyakarta Setiap Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait