Tragedi PT ASL: DPRD Desak Pemerintah Audit Keselamatan Kerja

Kapal tanker federal II
Tangis keluarga pecah di RS Mutiara Aini, Batam, Rabu, 15 Oktober 2025, setelah mendengar kabar ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard yang menewaskan sepuluh pekerja. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Ledakan di kapal tanker MT Federal II milik PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Rabu, 15 Oktober 2025, menewaskan sepuluh pekerja dan melukai lebih dari dua puluh orang. Peristiwa dini hari itu menjadi satu lagi catatan kelam di kawasan industri maritim terbesar di Indonesia.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, menyebut tragedi ini sebagai alarm keras bagi dunia industri. “Ini bukan kejadian pertama. Beberapa bulan lalu juga ada kasus serupa. Ini menandakan sistem keselamatan kerja kita bolong,” katanya dalam rapat paripurna DPRD.

Mustofa mendesak Pemerintah Kota Batam, Disnakertrans, dan BP Batam turun langsung memeriksa aspek perizinan serta standar keselamatan kerja di perusahaan tersebut. Ia menyoroti tumpang tindih kewenangan setelah terbitnya PP Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 yang memindahkan sebagian izin industri maritim ke BP Batam. “Kalau BP Batam ambil alih perizinan, maka pengawasan dan sanksi juga harus dijalankan,” ujarnya.

HBRL

Ketua DPRD Batam, Muhammad Kammaludin, menegaskan dewan akan menindaklanjuti kasus ini dengan inspeksi mendadak. “Kami akan pastikan di mana letak kesalahannya. Kalau terbukti lalai, harus ada sanksi tegas,” katanya.

Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menyebut total korban mencapai 31 orang: sepuluh meninggal dunia dan 21 luka-luka. Pencarian ulang yang dilakukan tim gabungan tak menemukan korban tambahan. “Semua sudah dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Empat korban tewas teridentifikasi di RS Mutiara Aini: Andi Haryono, Idris Sardi, Dimas Saputra, dan Marodong Tampubolon. Pekerja lain masih dirawat dengan luka bakar serius di rumah sakit yang sama. Korban lainnya tersebar di RS Graha Hermine, RS Elisabeth Sei Lekop, dan RSUD Embung Fatimah.

Garis polisi melingkari area galangan PT ASL Shipyard, sementara tim forensik dan penyidik kepolisian bekerja memastikan penyebab ledakan. “Kami fokus pada penanganan korban dan keluarga. Soal penyebab masih diselidiki,” kata Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Asep Safrudin, saat meninjau korban di RS Mutiara Aini.

Baca Juga: Ledakan Kapal Federal II: Disnaker Kepri Siapkan Opsi Sanksi Penutupan PT ASL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait