KARIMUN (gokepri.com) – Pemerintah Kabupaten Karimun memangkas habis proyek fisik pada 2026, buntut dari menurunnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Karimun sebesar Rp185 miliar.
Bupati Karimun Iskandarsyah menduga, pemotongan TKD hingga Rp185 miliar tersebut akibat tingginya beban fiskal APBD Karimun yang mencapai Rp1,6 triliun.
“Proyek fisik yang tidak mendesak akan kita kurangi, kecuali yang bersifat strategis,” ujar Bupati Iskandarsyah di kediaman dinasnya, Jumat 14 November 2025.
Pihaknya akan fokus mengerjakan proyek vital seperti kelanjutan pembangunan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) dan konektivitas jembatan Pulau Asam dengan Tebias.
Bupati Iskandar menyebut, pengurangan TKD sebesar Rp185 miliar memiliki dampak besar terhadap pembangunan Karimun.
Pada awal 2024, Karimun masih memiliki utang sebesar Rp172 miliar dan berhasil ditekan hingga menjadi Rp120 miliar. Namun, turunnya TKD menjadi pukulan telak bagi pemerintah daerah.
“Sisa utang 120 miliar ditambah pengurangan TKD 185 miliar memang terasa berat,” ungkapnya.
Kendati begitu, pihaknya tetap optimis akan terus menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor.
“Tentunya kita butuh komitmen bersama dengan teman-teman di DPRD,” katanya.
Kata dia, prioritas utama di tahun 2026 adalah peningkatan PAD dengan terus mendorong sumber pendapatan lain dari Pemerintah Pusat.
“Intinya, yang ingin kami lakukan adalah memastikan bahwa pelayanan dasar bagi masyarakat tidak akan terganggu,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









