Tiga Dekade di Garda Depan SPBU Pertamina

Gaji SPBU Pertamina
Sunaryo, operator SPBU Pertamina Jalan Sudirman, Medan, tengah melayani pelanggan dengan senyum ramah, Rabu, 10 September 2025. Selama tiga dekade, ia menjadi garda terdepan Pertamina dalam menyalurkan energi sekaligus menjaga keselamatan di setiap pengisian bahan bakar. Foto: Pertamina

BATAM (gokepri) – Senyum ramah dan semangat kerja masih lekat di wajah Sunaryo. Tiga puluh tahun terakhir, hidupnya diabdikan sebagai operator SPBU Pertamina di Medan, Sumatera Utara.

Perjalanan itu dimulai dari SPBU Pertamina di Jalan Brigjen Katamso. Lalu ia berpindah ke Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga kini melayani konsumen di SPBU Jalan Sudirman. “Namanya kerja, kalau kita tekuni pasti bisa. Mau malam, mau siang, kita siap tempur, yang penting hati pelanggan senang,” ujarnya baru-baru ini.

Sebagai operator, tugasnya tak sebatas mengisi bahan bakar. Sunaryo memastikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan disiplin menjalankan standar operasional. Ia teguh menerapkan 3S—senyum, sapa, salam—dan mengingatkan konsumen untuk mematikan mesin sebelum pengisian. “Kalau ada yang masih telepon, ya kita ingatkan dengan baik,” katanya.

HBRL

Setiap sif, ia bekerja delapan jam. Pagi dimulai pukul enam hingga dua siang, dilanjutkan shift siang sampai pukul sepuluh malam. Rasa lelah kerap datang, terutama saat pulang larut malam, tapi ia tetap bersyukur. “Kalau masuk pagi, Insya Allah banyak sukanya. Dukanya paling kalau pulang tengah malam,” ujarnya.

Disiplin jadi pegangan utama. Operator, kata Sunaryo, wajib mengenakan seragam lengkap, sepatu, tas pinggang, dan dilarang membawa ponsel ke area pengisian. “Itu bagian dari SOP, agar pelayanan aman dan profesional,” ucapnya.

Gaji SPBU Pertamina
Sunaryo, operator SPBU Pertamina Jalan Sudirman, Medan, tengah melayani pelanggan dengan senyum ramah, Rabu, 10 September 2025. Selama tiga dekade, ia menjadi garda terdepan Pertamina dalam menyalurkan energi sekaligus menjaga keselamatan di setiap pengisian bahan bakar. Foto: Pertamina

Motivasi terbesarnya adalah keluarga. Dari hasil kerjanya, Sunaryo menyekolahkan tiga anaknya hingga sukses. Anak pertamanya kini sarjana pendidikan Islam, anak keduanya sarjana komputer, dan si bungsu memilih jalan sebagai prajurit TNI AD. “Anak-anak sudah jadi orang, itu kebahagiaan terbesar saya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia berharap Pertamina terus maju dalam melayani masyarakat. Dedikasi Sunaryo menjadi potret garda depan Pertamina. Di balik setiap liter BBM yang mengalir, ada doa, semangat, dan kerja keras seorang operator.

Baca Juga: Bagaimana Industri Hulu Migas Menggerakkan Ekonomi Kepri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait