Tiga Bank Syariah Merger, BRI Syariah Jadi Surviving Entity

Merger bank syariah
Tangkapan layar Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi (tengah) bersama direksi bank himbara saat jumpa pers di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Citro Atmoko)

Jakarta (gokepri.com) – PT Bank BRI Syariah (BRIS) resmi menjadi entitas penerima penggabungan (surviving entity) tiga bank BUMN syariah yaitu PT BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah.

“Memperhatikan Perjanjian Penggabungan Bersyarat, setelah penggabungan menjadi efektif, BRIS akan menjadi entitas yang menerima penggabungan (surviving entity) dan pemegang saham BNIS dan pemegang saham BSM akan menjadi pemegang saham entitas yang menerima penggabungan,” kata Direktur Utama BRISyariah Ngatari dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Sebelumnya pada Selasa (12/10) pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN berinisiatif melakukan Penandatanganan Conditional Merger Agreement Bank BUMN Syariah untuk menyatukan tiga bank syariah milik negara tersebut.

HBRL

Saat berita ini diturunkan, tengah berlangsung jumpa pers dengan awak media terkait merger tiga bank BUMN syariah dengan pembicara yaitu Hery Gunardi selaku Ketua Tim Project Management Office & Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Haru Koesmahargyo selaku Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selanjutnya ada Sis Apik Wijayanto selaku Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Ngatari selaku Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk, dan Pantro Pander selaku Direktur Bisnis Indonesia Financial Group.

Baca Juga:

Sementara itu harga saham PT Bank BRISyariah naik 25 persen atau menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) jelang pengumuman merger tiga bank BUMN syariah yang dikabarkan akan dilaksanakan pada Selasa (13/10) sore ini.

Pada perdagangan saham sesi pertama di Jakarta, Selasa, saham emiten berkode BRIS tersebut naik 225 poin atau 25 persen menjadi 1125.

Frekuensi perdagangan saham BRIS hari ini tercatat sebanyak 75.980 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 908,1 juta lembar saham senilai Rp981,06 miliar.

Harga saham BRIS saat telah naik 122,55 persen dibandingkan harga saat Penawaran Umum Perdana (IPO) 510 pada Mei 2018 lalu.

Dalam seminggu terakhir, performa saham BRIS sendiri secara akumulatif memang meningkat mencapai 33,14 persen. Sedangkan sejak awal tahun atau year to date (ytd), saham BRIS naik hingga 240,91 persen. (Can)

Editor: Candra Gunawan

Simak Juga Topik Lain:

Pos terkait