BATAM (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menanggapi soal polemik Turnamen Futsal BP Batam. Turnamen itu digelar dengan tiga kategori yakni umum, SMP dan SMA/SMK.
Ansar menilai, pemilihan waktu pagelaran turnamen futsal itu tidak pas. Seyogyanya turnamen itu digelar di rentang waktu yang tidak menggangu aktivitas belajar mengajar siswa.
“Bukan tendensius politik. Nanti tanding ada patah kaki, anak mau ujian kan repot,” kata dia. Ansar juga mengajak Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menggelar turnamen futsal tingkat pelajar bersama agar cakupannya lebih luas dan lebih besar. Menurut Ansar, Pemprov Kepri juga memiliki anggaran sendiri untuk membuat turnamen itu. Jika dikolaborasikan dan digelar di waktu yang pas maka pesertanya bisa lebih banyak.
“Kalau mau buat, BP (Batam) bisa akhir November. Pemprov juga mau buat, kalau bisa bergabung saja. Kami juga anggarkan. Jadi saya sama pak Rudi bisa membuat kegiatan itu lebih besar dan lebih bagus,” kata dia.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kepri tidak mengeluarkan izin para siswa untuk ikut dalam turnamen yang diadakan oleh BP Batam. Padahal, turnamen yang sama digelar tahun lalu menjadi ajang futsal meriah dan kompetitif. Bertajuk Istana Sport Piala Kepala BP Batam, banyak tim futsal pelajar SMA dan SMK unjuk kebolehan. Ada 34 tim dari sekolah yang bertanding dalam kompetisi ini. Namun, beberapa sekolah mendadak mengundurkan diri. Ternyata pengunduran diri itu karena tidak keluarnya izin rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kepri untuk sekolah dan panitia.
Baca Juga: Pejabat Dinas Pendidikan Tak Kompak soal Izin untuk Sekolah Ikut Turnamen Futsal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti







