SURVEI MATRIKS POLITIK: Teddy Paling Populer, Amran Terbaik di Kabinet Prabowo

Sekolah rakyat teddy
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana bakal Sekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Teddy Indra Wijaya unggul dalam popularitas. Amran memimpin penilaian kinerja menteri.

JAKARTA (gokepri) – Teddy Indra Wijaya menempati posisi teratas dalam popularitas pejabat Kabinet Merah Putih. Survei yang sama menempatkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai menteri dengan penilaian terbaik.

Survei Matriks Politik Indonesia pada 10–15 Oktober 2026 mencatat popularitas Sekretaris Kabinet Teddy mencapai 88,88 persen. Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi menilai kedekatan Teddy dengan Presiden Prabowo Subianto dan kemunculannya di berbagai kegiatan kenegaraan turut mendongkrak pengenalan publik terhadap dirinya.

Sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy berada di posisi strategis dalam koordinasi pemerintahan dan kerap mendampingi Presiden. Ia juga tampil dalam konferensi pers bersama menteri atau pejabat terkait untuk menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Baca Juga: SURVEI POLTRACKING: Program MBG Dongkrak Kepuasan Publik

“Peran Teddy sebagai Seskab menjadikannya sangat strategis untuk mengatur koordinasi para menteri dan pejabat tinggi lainnya,” kata Supriyadi.

Menurut Supriyadi, kehadiran Teddy di berbagai agenda pemerintahan membuat publik mengenalnya sebagai bagian dari lingkaran dekat Presiden. Namanya juga masuk lima besar pejabat dengan penilaian terbaik, sehingga popularitas tersebut dinilai dapat membuka peluang politik pada masa depan.

“Popularitas dan penilaian yang baik terhadap Teddy memberi peluang menjadi ‘kuda hitam’ di masa depan,” ujar Supriyadi.

Survei matriks politik 2026
Hasil survei Matriks Politik Indonesia. Grafis: Matriks Politik Indonesia

Di bawah Teddy, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menempati posisi kedua dengan popularitas 85,3 persen. Supriyadi mengaitkan angka tersebut dengan kebijakan energi, gaya komunikasi Bahlil yang lugas, serta posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Jabatan politik itu membuat Bahlil menjadi salah satu tokoh koalisi yang diperhitungkan Prabowo. Sejumlah penugasan strategis di pemerintahan juga membuatnya kerap tampil dalam pembahasan kebijakan publik.

Ads bp batam 2026 baru

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi ketiga dengan popularitas 79,5 persen. Selain memimpin Partai Demokrat, AHY kerap masuk dalam bursa calon presiden untuk pemilihan berikutnya.

Namun, popularitas tersebut belum otomatis menempatkannya sebagai kandidat terkuat. Menurut Supriyadi, AHY masih harus bersaing dengan tokoh lain yang memiliki popularitas dan elektabilitas lebih tinggi.

Peta penilaian kinerja dalam survei yang sama menunjukkan susunan berbeda. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan angka 75,1 persen, disusul Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 70,4 persen dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebesar 68,8 persen.

Supriyadi mengaitkan penilaian terhadap Amran dengan sejumlah kebijakan pertanian, termasuk target swasembada beras dalam setahun pemerintahan Prabowo. Ia juga menyoroti penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi dan kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Menurut Supriyadi, nilai tukar petani (NTP) mencapai 131,11 pada September 2026, yang disebutnya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Amran juga memiliki tingkat popularitas tinggi, sehingga menonjol dalam dua ukuran penilaian tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menempati posisi kedua dalam penilaian kinerja dengan angka 70,4 persen. Supriyadi mengaitkan posisi itu dengan kepemimpinan Nasaruddin di bidang keagamaan dan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Indeks Kerukunan Umat Beragama pada 2025 tercatat sebesar 77,89, yang menurut Supriyadi merupakan angka tertinggi dalam sejarah pengukuran tersebut. Ia menilai kerukunan beragama turut mendukung stabilitas sosial dan iklim usaha yang kondusif.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berada di posisi ketiga dengan angka 68,8 persen. Supriyadi menilai Prasetyo mampu menyampaikan keputusan strategis Istana secara tegas tanpa memperbesar polemik di tengah perdebatan publik.

“Prasetyo muncul dengan penjelasan yang sangat tenang dan tidak memancing polemik,” kata Supriyadi.

Matriks Politik Indonesia menggelar survei pada 10–15 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Lembaga tersebut menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertingkat, dengan tingkat kesalahan plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ANTARA

Baca Juga: Survei Penyelidikan Tanah Selesai, Jembatan Batam-Bintan Layak Dibangun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait