SMAN 4 Tanjungpinang Gelar Karya P5, Murid Angkat Kearifan Lokal Melayu

Gelar karya P5
Pagelaran karya P5 di SMAN 4 Tanjungpinang, Selasa 20 Februari 2024. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Tanjungpinang (gokepri) – Gelar karya P5 SMAN 4 Tanjungpinang menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dan budaya lokal dalam Kurikulum Merdeka. Siswa diharapkan dapat menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter Pancasila.

SMAN 4 Tanjungpinang menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal dan gaya hidup berkelanjutan pada Selasa (20/2/2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka.

Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, Nursanti, menjelaskan gelar karya P5 ini bertujuan untuk meningkatkan daya kritis siswa dan menggali ide-ide kreatif mereka. Tema kearifan lokal diwujudkan dengan pertunjukan tradisi malam berinai, sedangkan tema gaya hidup berkelanjutan ditampilkan melalui drama. “Kegiatan ini juga disejalankan dengan ujian praktek seni budaya,” ujar Nursanti.

Baca Juga: Silaturahmi ke SMAN 4 Tanjungpinang, Gubernur Ansar Beri Motivasi Siswa

Gelar karya P5
Foto: gokepri/Engesti Fedro

Para siswa juga menunjukkan jiwa kewirausahaan mereka dengan menjajakan kuliner khas Kepulauan Riau yang terbuat dari gonggong. Nursanti menambahkan hasil karya yang dipamerkan merupakan hasil proses belajar di kelas selama satu semester dan dipraktikkan dalam P5.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali ide-ide kreatif siswa dan inovasi. Setiap siswa memiliki cara kreatif yang berbeda-beda dan unik, namun tetap dipandu oleh para guru,” imbuhnya.

Gelar karya P5
Foto: gokepri/Engesti Fedro

Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri, Darson, mengapresiasi kegiatan gelar karya P5 di SMAN 4 Tanjungpinang. Menurutnya, kegiatan ini mampu menumbuhkan sikap dan karakter positif siswa. “Kami mendukung penuh kegiatan ini. Ini bukan hanya tentang gelar karyanya, tetapi juga tentang pembentukan karakter siswanya,” kata Darson.

Ia berharap, kedepan proyek P5 di SMAN 4 Tanjungpinang bisa lebih meriah dan menampilkan lebih banyak aspek budaya Kepulauan Riau. “Kalau bisa, setelah malam berinai ada pertunjukan berbalas pantun. Ini belum ada dan menjadi tantangan bagi SMAN 4 Tanjungpinang. Jadi, semua ada merisik, berpantun, jadi lengkap,” saran Darson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

BAGIKAN