SMAN 27 dan 28 Cuma Punya Satu Kelas, Siswa Belajar Harus Pindah-Pindah Sekolah

SMAN 27 Batam
Anggota DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin meninjau SMAN 28 di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam. (Foto: Antara/Ogen)

Batam (gokepri.com) – Dua SMA negeri di Batuaji dan Seibeduk, Batam, hanya memiliki satu lokal padahal siswanya sudah ratusan. Pihak sekolah harus meminjam gedung sekolah lain untuk kegiatan belajar-mengajar.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin menyampaikan ratusan siswa di dua sekolah tingkat SMA Negeri di Kota Batam masih menumpang belajar di sekolah lain karena kekurangan ruang kelas baru (RKB).

Kedua sekolah dimaksud yakni SMA Negeri 27 di Kecamatan Batu Aji dan SMA Negeri 28 di Kecamatan Sei Beduk.

HBRL

Wahyudin mengatakan hingga saat ini dua sekolah tersebut hanya memiliki satu lokal, sementara jumlah siswa di masing-masing sekolah itu sudah mencapai ratusan orang.

“Satu lokal itu pun dipakai buat ruang majelis guru. Sedangkan siswa terpaksa numpang belajar di sekolah-sekolah terdekat, termasuk di SD,” kata Wahyudin di Tanjungpinang, akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dia meminta Pemprov Kepri khususnya Dinas Pendidikan dapat mengakomodir pembangunan ruang kelas baru (RKB) untuk SMAN 27 dan SMAN 28 melalui APBD tahun anggaran 2022.

Idealnya, kata dia, kedua sekolah tersebut memiliki delapan RKB, terdiri dari enam ruang belajar dan dua laboratorium.

“Kami (DPRD) siap mengawal anggaran pembangunannya terealisasi tahun depan,” ucapnya.

Ia mengaku prihatin karena selain kekurangan RKB. Khusus SMA Negeri 27 di Kecamatan Batu Aji, ternyata rawan banjir.

Dia sudah meminta agar dinas terkait melakukan pemasangan batu miring di sekolah tersebut, guna mencegah terjadinya banjir saat hujan deras.

Legislator Komisi IV ini turut menegaskan bahwa masalah pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov Kepri. Sebab, pendidikan adalah proses melahirkan SDM yang handal bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan, khususnya Provinsi Kepri.

“Itu baru di kota, belum lagi di daerah-daerah pulau. Sektor pendidikan harus jadi perhatian serius Pemprov Kepri,” imbuhnya. (Can/ant)

|Baca Juga: Dua Sekolah di Batam Batal Gelar ANBK

Pos terkait