Siswa Senang Bisa Sekolah Lagi, PTM Digelar SKB Berjalan Lancar

Siswa Senang PTM
TEKS Kepala Sekolah Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kota Batam, Drs Suryadi saat mengecek prokes kesehatan di setiap ruang kelas saat PTM digelar, Rabu (8/9). Ketika PTM digelar sekolah ini telah menerapkan protokol kesehatan cukup ketat. Foto: istimewa

Batam (gokepri.com) – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dilaksanakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Batam berjalan lancar. Hal itu terbukti selama seminggu pelaksanaan PTM ini digelar, tidak ditemukan permasalahan kesehatan baik kepada siswa maupun guru yang mengajar.

Malah para siswa nampak terlihat senang dengan digelarnya PTM ini, karena mereka mengaku bosan selama 2 tahun ikut daring terus dan banyak kendala dihadapi terutama kuota dan jaringan lelet. Berbeda dengan PTM, selain pelajaran mudah dimengerti, juga bila ada mapel yang kurang paham bisa langsung bertanya kepada guru.

Seperti diungkapkan Alfin dan Azri siswa SKB jenjang SMP, mengaku senang bisa belajar tatap muka sudah lama mereka merindukan lingkungan sekolah, teman dan guru. Selain itu mereka juga perlu persiapan ujian tengah semester dan akhir sekolah karena sudah kelas 9.

“Senang lah pak, dua tahun lebih kita daring terus cukup bosan dan sinyal sering lelet. kalau PTM seperti ini saya maksimal belajarnya, meski PTM-nya terbatas,” ujar kedua siswa yang duduk di kelas 9 ini bersahutan.

Seperti halnya diungkapkan guru kelas, bahwa dengan siswanya ikut PTM maka penyampaikan materi ajar lebih maksimal kepada siswa. Berbeda saat daring, selain kehadiran siswa kurang, juga siswa jarang mengerjakan tugas dan hasil ulangan siswa kurang memuaskan.

Sementara Kepala Sekolah Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kota Batam, Drs Suryadi menegaskan, bahwa protokol kesehatan diterapkan di sekolahnya cukup ketat saat PTM digelar. Mulai dari siswa dan guru masuk ke lingkungan sekolah, saat belajar di dalam kelas, hingga siswa pulang dijaga ketat oleh Tim Satgas Prokes yang dibentuk Sekolah.

“Alat cek suhu tubuh yang stand/berdiri kami siapkan di pintu masuk, dan juga ada yang ditempel di tembok sekolah. Begitu pula wastafel cuci tangan disediakan di setiap muka ruang kelas. serta kita juga menyediakan masker cadangan bagi siswa yang tidak membawa masker,” katanya. (aat)

 

BAGIKAN