Senator Sekar Respaty Dorong UMKM Jadi Kekuatan Strategis Empat Pilar MPR RI

(istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI dari Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama perwakilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kecamatan Sekupang, Batam yang digelar di Kantor Perwakilan DPD Provinsi Kepri, Kompleks Kadin Batam, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan yang dipandu akademisi Dr Ngaliman serta dihadiri tokoh penggerak UMKM Dewi Koriati. Dwi Ajeng Sekar yang merupakan satu-satunya senator perempuan dari Kepulauan Riau menyampaikan dukungannya agar pelaku UMKM di Batam, khususnya Kecamatan Sekupang, dapat berkembang lebih cepat atau “naik kelas”.

Menurutnya, UMKM yang berkembang dapat menjadi kekuatan strategis dalam mengimplementasikan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

HBRL

Sekar menjelaskan, UMKM pada dasarnya merupakan bentuk internalisasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Salah satunya tercermin dalam pengamalan sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial, sekaligus perwujudan amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk menyejahterakan rakyat.

“UMKM juga berperan menjaga kedaulatan ekonomi di seluruh wilayah NKRI serta merangkul keberagaman produk dan budaya Indonesia sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua UMKM Kecamatan Sekupang, Salma Hani, bersama para pelaku usaha menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM. Beberapa di antaranya terkait kelengkapan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikat halal, hingga akses pemasaran produk.

Menanggapi hal tersebut, Sekar menyatakan kesediaannya untuk membantu memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat berkembang. Salah satunya melalui pengurusan perizinan dan legalitas usaha secara kolektif dengan melibatkan instansi terkait dan pemerintah daerah.

Sebagai anggota Komite IV yang membidangi perekonomian, keuangan, dan UMKM, ia juga menyoroti besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai sekitar 64,2 juta unit dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Selain itu, sektor UMKM mampu menyerap sekitar 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja nasional, serta menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi.

Di Kota Batam, Sekar menambahkan, UMKM menjadi pilar utama perekonomian yang mendominasi lebih dari 50 persen struktur usaha di Kepulauan Riau. Sektor ini juga berperan penting dalam penyerapan sekitar 156 ribu tenaga kerja, menggerakkan ekonomi domestik, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.

Ia menilai, perkembangan UMKM di Batam juga berpotensi menekan kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

“Ketimpangan yang terjadi dapat menjadi tantangan serius karena berpotensi memicu kecemburuan sosial apabila tidak diatasi dengan baik,” pungkasnya. (ravi)

 

Pos terkait