Ruslan Sinaga Sebut Pembangunan di Depan Ikon WTB, Ganggu Estetika

Ruslan sinaga
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga menyesalkan, adanya pembangunan gedung di depan ikon Welcome to Batam (WTB).

Menurut dia, adanya pembangunan gedung di kawasan tersebut mengganggu estetika terutama dalam konteks penataan ruang yang selama ini diupayakan untuk meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi pariwisata.

“Ini yang saya sesalkan juga. Semua orang tahu kalau ke Batam pasti foto di sana selain Jembatan Barelang. Harusnya ada koordinasi antar dinas soal pembangunan tersebut,” kata dia Rabu 18 Desember 2024.

HBRL

Pihaknya juga mempertanyakan, koordinasi antara dinas terkait termasuk pengalokasian lahan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Baca Juga: Landmark WTB Tertutup Pembangunan Apartemen, Wisatawan Kecewa

“Pembangunan gedung yang tidak selaras dengan konsep estetika kota sudah banyak kritikan dari wisman dari agen pariwisata. Ini harus ditanggapi serius,” kata dia.

Senada dengan hal itu, Anggota Komisi III DPRD Batam, Suryanto, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam. Menurut dia, ikon yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata di Batam terancam kehilangan daya tarik visual akibat bangunan tersebut.

Anggota DPRD Batam dari Fraksi PKS, Suryanto menegaskan masalah ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Menurutnya, koordinasi lintas sektoral masih kurang dalam menyikapi persoalan ini dan pengalokasian lahan dari Badan Pengusaha (BP) Batam.

“WTB itu ikon wisata yang tanggung jawabnya ada di Dinas Pariwisata dan Dinas Cipta Karya. Pembangunan ruko ini jelas berdampak, tetapi apakah sudah ada komunikasi terhadap dampak yang ditimbulkan? Karena pembangunan ini butuh proses panjang,” ujar Suryanto, Selasa 17 Desember 2024.

Ia menyayangkan kurangnya koordinasi yang jelas antarinstansi terkait, meski keputusan akhir tetap berada di tangan Wali Kota Batam.

“Jadi peran Dinas Pariwisata dalam menjaga ikon wisata serta Dinas Cipta Karya yang berwenang dalam perizinan pembangunan harus berjalan beriringan,” kata dia.

Suryanto pun berharap persoalan ini segera diselesaikan melalui komunikasi dan solusi yang menguntungkan semua pihak tanpa mengabaikan kepentingan pariwisata.

“DPRD Batam bersama dinas terkait akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan bahwa ikon Welcome to Batam tetap terjaga sebagai wajah pariwisata Kota Batam,” ujarnya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa ikon Welcome to Batam telah lama menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia mengakui bahwa kehadiran ruko yang tengah dibangun di dekat ikon tersebut menimbulkan gangguan bagi pengunjung yang ingin berfoto atau membuat konten.

“WTB adalah spot ikonik bagi wisatawan yang datang ke Batam. Mereka datang untuk melihat, berfoto, bahkan membuat konten di sana. Dengan adanya bangunan ruko ini, tentu keindahan dan daya tarik ikon tersebut terganggu,” kata Ardi.

Ardi menambahkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan agen travel agar persoalan ini menjadi perhatian, terutama bagi wisatawan yang datang secara personal maupun melalui agen perjalanan.

Namun, ia juga menyadari bahwa kewenangan Dinas Pariwisata dalam persoalan ini sangat terbatas.

“Kami berharap para pemilik lahan dan stakeholder terkait bisa memahami pentingnya menjaga ikon wisata Batam ini. Banyak pihak yang menanyakan hal ini, dan saya sudah menjelaskan secara personal bahwa WTB adalah destinasi yang harus dipertahankan karena Batam membutuhkan daya tarik seperti ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait