BATAM (gokepri.com) – Landmark ikonik Welcome to Batam (WTB) kini menjadi perhatian khusus. Pembangunan apartemen di sekitar kawasan tersebut telah menutupi pandangan ke landmark tersebut. Hal ini memicu keluhan dari wisatawan dan pelaku pariwisata.
Fara, wisatawan asal Malaysia, mengungkapkan kekecewaannya saat mengunjungi monumen itu untuk pertama kali. Dia mengatakan datang ke Batam untuk liburan sekaligus berbelanja, salah satu destinasi yang diincarnya adalah landmark WTB.
“Saya sering lihat di TikTok dan Facebook, tidak ada bangunan yang menghalangi. Sekarang kalau foto, kurang estetik karena kelihatan bangunan itu,” kata dia Selasa 17 Desember 2024.
Baca Juga: Estetika Welcome to Batam Tertutup Semak hingga Pembangunan Properti
Katanya, jika pembangunan terus berlangsung dan bangunan menjadi lebih tinggi, daya tarik WTB bisa hilang sepenuhnya. “Kalau bisa rubuhkan saja bangunan ini,” kata dia sambil tertawa.
Seorang pemandu wisata lokal, Rahmad, mengatakan pembangunan apartemen tersebut telah berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan. Sejak pembangunan dimulai sekitar enam bulan lalu, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan WTB menurun hingga 80 persen.
Menurut dia, mayoritas wisatawan yang datang memiliki tujuan utama untuk berfoto dengan latar belakang monumen. Namun, setelah mengetahui monumen itu tertutup, banyak yang memilih langsung pulang tanpa mengambil foto.
Selain itu, dampak ekonomi turut dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut.
“Pedagang yang biasanya ramai berjualan di sini sekarang mengalami penurunan pendapatan. Nilai ekonominya turun drastis,” ujar Rahmad.
Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Batam Andi Xie mengatakan, monumen WTB tidak layak lagi jadi ikon utama pariwisata karena kondisi kawasan yang dinilai kurang menarik.
“WTB ini memang ikon Batam, tapi tidak cukup layak untuk tamu luar negeri sekarang. Tempatnya amburadul dan kotor. Yang penting ke depan, kawasan ini kami harap dibangun jadi lebih strategis dan lebih menarik,” ujar dia.
Ia ingin pemerintah dan pihak terkait dapat menciptakan ikon Batam baru yang lebih representatif untuk wisatawan.
“Orang yang belum pernah ke Batam pasti ingin ke sana, tapi begitu sampai, banyak yang kecewa karena tidak sesuai ekspektasi,” tambah Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









