RSBP Batam Modernisasi Layanan dengan Teknologi AI

RSBP Batam PT Anak Impian
Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait dan Direktur PT Impian Anak Indonesia Micheal Anando Seng menandatangani MoU peningkatan sistem di RSBP Batam, Senin (7/7/2025). Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – BP Batam menggandeng PT Impian Anak Indonesia untuk memperbarui sistem informasi manajemen RSBP, demi layanan kesehatan yang modern dan efisien.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Nota kesepahaman dengan PT Impian Anak Indonesia diteken untuk memodernisasi sistem di Rumah Sakit BP Batam (RSBP).

Kolaborasi ini bertujuan memperbaiki sistem informasi manajemen rumah sakit selama tiga bulan ke depan. Langkah ini menjadi bagian strategi BP Batam mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan efisien. Penandatanganan dilakukan di Marketing Centre, Senin, 7 Juli 2025.

HBRL

“Kerja sama ini sudah kami diskusikan sejak lama. Harapannya, dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan di RSBP,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ariastuty menegaskan upaya ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola manajemen yang profesional dan berorientasi pada mutu pelayanan. “Kami ingin RSBP Batam tumbuh sebagai rumah sakit unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen rumah sakit, dari manajemen hingga staf medis dan non-medis, agar transformasi berjalan konsisten.

Direktur PT Impian Anak Indonesia, Micheal Anando Seng, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan visi perusahaannya dalam mendukung kemajuan sektor kesehatan. “Semoga kami dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan RSBP Batam,” ucap Micheal.

PT Impian Anak Indonesia adalah perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang fokus pada pengembangan layanan teknologi kesehatan. Selama dua tahun terakhir, perusahaan ini telah mengamati dan berdiskusi dengan delapan fasilitas medis di tiga negara untuk optimalisasi rekam medis elektronik (RME), manajemen siklus pendapatan, dan keterlibatan pasien (patient engagement).

“Kami akan membantu RSBP Batam dan menyampaikan beberapa rekomendasi hasil dari pekerjaan kami nantinya,” tutup Micheal. “Tujuannya untuk membenahi sistem yang ada.”

Baca Juga: Dr Tanto Budiharto, Mantan Dokter Kepresidenan Jadi Direktur RSBP Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait