Ridwan Kamil Diusung KIM Plus di Pilgub Jakarta, Peluang Anies Baswedan Berlaga Dihadang?

Anies batam
Calon presiden nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan menerima helm dari pendukungnya saat mengunjungi Pasar Pagi Jodoh, Batam, Jumat (19/1/2024). Foto: gokepri/Muhammad Ravi

JAKARTA (gokepri) – Spekulasi mengenai manuver politik yang diduga menjegal Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2024 semakin mencuat, seiring merebaknya isu mengenai siasat koalisi partai-partai yang disebut-sebut ingin membentuk “KIM Plus.”

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) tengah merancang skenario yang dinamakan “KIM Plus.”

Dalam skenario ini, KIM berupaya menggandeng partai-partai politik seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai NasDem untuk bergabung ke dalam koalisi mereka.

HBRL

Menurut Ujang Komarudin, KIM Plus bertujuan untuk mendominasi Pilkada Jakarta dengan mengajak lebih banyak partai sehingga tidak ada lawan signifikan, bahkan berpotensi melawan kotak kosong.

“KIM Plus tampaknya diatur agar partai politik lainnya dapat diborong, sehingga tidak ada lawan dan bisa melawan kotak kosong,” ujar Ujang di Jakarta, Rabu (7/8/2024), seperti dilansir Antara.

Langkah ini, menurut Ujang, juga merupakan strategi untuk menggagalkan peluang Anies Baswedan yang telah mendapat dukungan dari PKS dan NasDem. Meskipun kedua partai tersebut telah menyatakan dukungan kepada Anies, kemungkinan bergabungnya mereka ke dalam KIM Plus masih terbuka, seperti yang pernah terjadi di Sumatera Utara dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi keberadaan KIM Plus yang akan mengusung mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024.

Dasco menegaskan bahwa KIM Plus dibentuk bukan untuk menjegal Anies, melainkan untuk kemajuan Indonesia ke depan.

“KIM Plus ini dibentuk demi kemajuan Indonesia ke depan. Tidak hanya terbatas pada Pilkada,” kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Baca: Respons PDIP Setelah 11 Partai Mendukung Amsakar-Li Claudia

Pengamat politik dan Direktur Survey and Polling Indonesia, Igor Dirgantara, melihat kehadiran KIM Plus sebagai ancaman serius bagi Anies Baswedan. Menurut Igor, Anies berpotensi kehilangan dukungan partai jika KIM Plus terwujud, mengingat kekuatan koalisi ini dalam menggalang dukungan dari partai-partai besar.

“Jika KIM Plus benar-benar terbentuk, kemungkinan Anies kehilangan dukungan partai sangat potensial, dan posisinya akan terjepit,” kata Igor.

Igor juga mengungkapkan bahwa jika PKS dan PDI Perjuangan tetap berseberangan dengan KIM, Anies masih memiliki peluang untuk maju, meskipun akan menghadapi tantangan besar dalam menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya. PKS dikabarkan menginginkan duet Anies dengan Sohibul Iman, sementara PDIP kemungkinan besar akan mengusulkan kader mereka sendiri sebagai calon wakil gubernur.

Tanggapan Anies Baswedan

Di tengah wacana pembentukan KIM Plus, Anies Baswedan tetap optimis dan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkada Jakarta.

Dalam unggahannya di media sosial Instagram, Anies menyampaikan harapannya untuk Jakarta dengan menggunakan slogan “Bisa Yura”.

Baca: PKS Ajak PKB Berkoalisi Dukung Anies-Sohibul di Pilgub Jakarta

“Insya Allah Bisa Yura,” tulis Anies, menyiratkan keyakinannya untuk kembali membawa Jakarta menjadi kota yang bahagia dan sejahtera.

Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, mengakui bahwa unggahan Anies tersebut dapat dikaitkan dengan perkembangan politik terkini. Menurut Sahrin, Anies terus berkomunikasi dengan berbagai partai politik untuk membangun koalisi yang solid.

“Hingga saat ini, Anies telah menerima dukungan dari tiga partai untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, yakni PKS, NasDem, dan PKB. Tentunya kepercayaan ini adalah amanat bagi Anies untuk terus mempersiapkan diri dalam menjalankan tugas ini,” ujar Sahrin melalui pesan singkat, Rabu (7/8/2024). TEMPO.CO | ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait