KARIMUN (gokepri.com) – Keterlambatan suplai bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke Karimun hingga terjadi kekosongan di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum) (SPBU) dan POM Mini sejak dua hari terakhir menjadikan ‘panic buying’ masyarakat.
Antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Poros hingga di sejumlah POM Mini dan kios BBM menjadi pemandangan yang miris.
Masyarakat rela antre hingga berjam-jam lamanya hanya demi mendapatkan pertalite. Antrean panjang nampak terlihat dari pagi hingga malam hari.
“Saya harus mengantre 4 jam lamanya baru sampai petugas pengisian BBM,” ujar Andi pengendara roda dua yang mengantre di SPBU Jalan Poros, Jumat 26 September 2025.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Usaha Mikro dan ESDM Kabupaten Karimun, Basori mengimbau kepada masyarakat Bumi Berazam, untuk tidak melakukan panic buying.
Karena stok BBM dipastikan aman dan pasokan sudah normal, meskipun ada gangguan distribusi yang sempat menyebabkan kelangkaan sementara.
“Masyarakat diminta tidak panic buying akibat keterlambatan distribusi Bahan Bakar Mesin (BBM) yang terjadi di Kabupaten Karimun,” ujar Basori.
Menurut dia, BBM tidak langka. Kuotanya cukup, hanya saja beberapa waktu lalu ada keterlambatan pendistribusian akibat faktor cuaca dan kelengkapan administrasi yang belum selesai.
Saat ini, kata Basori, BBM terutama jenis pertalite sudah mulai masuk di beberapa SPBU, diantaranya SPBU Poros dan SPBU Coastal Area.
“SPBU Poros sudah masuk 170 kilo liter dan di SPBU Coastal Area sudah masuk 230 kilo liter, untuk di SPBU Sungai Raya dan Kuda Laut juga sudah mulai masuk hari ini,” beber Basori.
Basori menambahkan, sesuai dengan perhitungan, jumlah BBM terutama jenis pertalite yang masuk tersebut sangat mencukupi kebutuhan kendaraan.
Penulis: Ilfitra









