BATAM (gokepri) – Ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 5,16% pada triwulan pertama 2025, melampaui Sumatera dan nasional. Peningkatan ini ditopang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.
Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan performa impresif pada triwulan I tahun 2025, dengan pertumbuhan mencapai 5,16% (year-on-year). Angka ini mencatatkan akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,14%) dan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatera (4,85%) maupun nasional (4,87%).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi Kepri terutama ditopang oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Perdagangan. “Lapangan usaha industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan memberikan kontribusi signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi Kepri,” ujar Adidoyo.
Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Kepri akan terus menguat sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 4,8% hingga 5,6%.
Ada sejumlah peluang yang dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut (upside risk). Permintaan tinggi terhadap produk elektronik dan galangan kapal, sebagai komoditas unggulan Kepri, diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan. Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis dan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai akan menopang kinerja ekonomi.
“Kami juga melihat potensi dari implementasi kebijakan short term visa dan kebijakan pendukung pariwisata lainnya yang diharapkan bisa mendorong kunjungan wisatawan,” tambah Adidoyo.

Namun, terdapat risiko perlambatan (downside risk) yang patut diwaspadai, seperti gejolak geopolitik yang meningkatkan ketidakpastian dan berpotensi menghambat investasi. Transisi pemerintahan Amerika Serikat sebagai mitra dagang utama juga diperkirakan dapat memengaruhi kebijakan perdagangan internasional yang berdampak ke Kepri.
Selain itu, Adidoyo mengingatkan pentingnya keberlanjutan eksplorasi minyak dan gas di Laut Natuna untuk menopang sektor pertambangan dan penggalian, yang menjadi salah satu motor ekonomi di wilayah ini.
Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi, Bank Indonesia merekomendasikan sejumlah strategi.
Pertama, mendorong investasi melalui penguatan insentif dan regulasi, serta hilirisasi bahan baku dan sumber daya alam demi tercipta rantai nilai lokal.
Kedua, meningkatkan pariwisata dengan normalisasi frekuensi dan pembukaan rute penerbangan baru, serta penguatan aspek 3A (Akses, Amenitas, Atraksi) dan 2P (Pelaku dan Promosi).
Ketiga, ,emperluas digitalisasi pembayaran dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Dan keempat, mendorong pemberdayaan UMKM agar mampu menghasilkan produk unggulan yang kompetitif.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap pertumbuhan ekonomi Kepri tidak hanya tercermin di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Adidoyo.
Baca Juga: Energi Terbarukan Berpotensi Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Kepri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









