Polda Kepri Diminta Usut Tuntas Kebakaran MT Federal II di ASL Marine

MT Federal II ASL Shipyard
Buruh dari berbagai organisasi menggelar aksi di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Rabu, 22 Oktober 2025. Aksi yang digalang Koalisi Rakyat Batam ini menuntut penghapusan sistem outsourcing, penegakan aturan keselamatan kerja, dan pembentukan Pengadilan Hubungan Industrial di Batam. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – 14 pekerja tewas dalam kebakaran kapal tanker MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Batam. SKK Migas mendesak polisi menuntaskan kasus ini sebelum jadi sorotan nasional. Kebakaran itu menjadi peristiwa kedua di galangan yang sama.

Pengawas Internal SKK Migas Irjen Polisi Ibnu Suhaendra meminta Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengusut serius kebakaran kapal MT Federal II di galangan PT ASL. Ia menilai penanganan kasus harus cepat, profesional dan menyeluruh agar tak berkembang menjadi isu nasional yang menyita perhatian Presiden.

Permintaan itu disampaikan Ibnu saat berkunjung ke Polda Kepri, Rabu 29 Oktober 2025. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Polisi Zahwani Pandra Arsyad, kunjungan itu menindaklanjuti arahan pimpinan SKK Migas dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

HBRL

ASL Shipyard Batam
Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol. Ibnu Suhaendra kunjungan kerja ke Mapolda Kepri terkait penanganan kasus kebakaran kapal MT Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Kota Batam, Kepri, Rabu (29/10/2025). Foto: Polda Kepri

Kapolda Kepri Irjen Polisi Asep Safrudin melaporkan penyidikan masih berjalan dan belum ada tersangka. Polisi menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Riau untuk memastikan penyebab kebakaran.

Kapolda menegaskan, kasus ini menjadi perhatian luas publik dan media karena menyangkut keselamatan kerja di industri galangan kapal. “Setiap perkembangan penyidikan akan dilaporkan kepada Kepala SKK Migas untuk diteruskan ke Menteri ESDM,” kata Pandra mewakili Kapolda.

Kepolisian menyoroti lemahnya penerapan prosedur keselamatan kerja di PT ASL. Sebagian besar pekerja disebut baru lulus kuliah dan belum berpengalaman di bidang perkapalan. Kapolda Asep meminta perusahaan menerapkan standar operasional prosedur secara ketat untuk mencegah insiden serupa.

Kasus kebakaran di PT ASL bukan yang pertama. DPR RI sebelumnya menyoroti insiden serupa di fasilitas milik Petronas di Madura. “Kita ingin agar peristiwa di Batam tak terulang seperti di Madura,” ujar Pandra.

Hingga Rabu malam, korban meninggal dunia bertambah menjadi 14 orang. Salah satunya, Fikri Krisnawan, yang sebelumnya dirawat di RS Elizabeth Sagulung, meninggal akibat luka bakar berat.

Kapolresta Barelang Kombes Polisi Zaenal Arifin mengatakan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. “Kami sudah memeriksa 41 saksi, dari pihak perusahaan, subkontraktor, maupun dinas terkait,” ujarnya. ANTARA

Baca Juga: Setelah Dua Tragedi Maut, DPRD Batam Desak Sanksi Tegas untuk PT ASL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait