PLN Pulihkan Listrik Flores, 29 Desa Masih Terisolasi

Petugas PLN memulihkan jaringan listrik Flores setelah gempa NTT dengan memperbaiki gardu induk dan jaringan distribusi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (ketiga dari kiri) didampingi Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Daniel Tampubolon (kiri) terjun langsung ke Gardu Induk Rangko, Kabupaten Manggarai Barat, NTT untuk memastikan percepatan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak. Foto: PLN

PLN memulihkan pasokan utama listrik setelah gempa Flores. Pertamina mengajak konsumen ikut menopang pemulihan warga terdampak.

JAKARTA (gokepri) – PT PLN (Persero) memulihkan 11 gardu induk di Flores setelah gempa M7,7, sementara 29 desa masih terkendala akses. Sementara itu Pertamina Patra Niaga membuka skema donasi dari pembelian BBM nonsubsidi melalui MyPertamina untuk membantu warga terdampak.

Pemulihan kelistrikan Flores memasuki tahap pemulihan jaringan distribusi setelah sebagian besar pasokan utama kembali beroperasi. Hingga Ahad malam, 16 Agustus 2026, PLN telah memulihkan 11 gardu induk di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Prabowo Pertimbangkan Kunjungi NTT Usai Gempa

Gempa berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Kerusakan jaringan listrik terjadi di sejumlah wilayah yang juga menghadapi longsor dan keterbatasan akses.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pasokan utama kelistrikan Flores telah kembali normal. Namun, pekerjaan belum selesai karena listrik harus dipulihkan hingga titik pelanggan yang masih terdampak.

“Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali dalam kondisi normal,” kata Darmawan dalam keterangan resmi, Senin, 17 Agustus 2026.

Dari total 1.557 desa di Flores, sebanyak 29 desa masih belum dapat dipulihkan. Sebagian lokasi sulit dijangkau karena akses tertutup, sementara beberapa titik masih terisolasi akibat gempa dan longsor.

Masalah berikutnya berada pada jaringan distribusi yang lebih dekat dengan pelanggan. Sejumlah tiang dan jaringan rusak sehingga personel PLN harus masuk ke lokasi untuk asesmen, penggantian infrastruktur, dan penormalan.

“Beberapa di antaranya terkendala akses karena kondisi pascabencana dan ada yang masih terisolir,” ujar Darmawan.

PLN menyatakan pemulihan tidak sekadar mengejar kecepatan. Setiap jaringan harus diperiksa sebelum kembali dialiri listrik untuk mencegah risiko terhadap masyarakat maupun petugas.

Karena itu, penormalan berlangsung bertahap sesuai kondisi lapangan. Akses yang tertutup menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan pemulihan pada dusun dan titik pelanggan yang tersisa.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan personel masih bersiaga di sejumlah wilayah terdampak.

“Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin,” kata Eko.

Personel PLN masih menjalankan asesmen, perbaikan, dan penormalan jaringan. Mereka juga menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi keamanan di lokasi terdampak gempa dan longsor.

Bantuan dari Transaksi BBM

Sementara PLN memperbaiki infrastruktur, Pertamina Patra Niaga membuka mekanisme bantuan yang memungkinkan konsumen ikut menyumbang tanpa transaksi terpisah.

Pertamina Patra Niaga menyisihkan Rp81 dari setiap liter Pertamax Series dan Dex Series yang dibeli melalui MyPertamina. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

Program berlangsung pada 17-31 Agustus 2026. Artinya, konsumen yang membeli BBM nonsubsidi jenis tersebut melalui MyPertamina selama periode program sekaligus berkontribusi pada bantuan kemanusiaan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan skema itu dirancang sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pemulihan NTT.

“Satu liter yang kita beli bukan hanya menjadi energi untuk perjalanan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari harapan bagi saudara kita di NTT,” ujar Kitty.

Menurut Pertamina Patra Niaga, besarnya dukungan akan bergantung pada partisipasi masyarakat selama program berlangsung. Kontribusi per liter dari transaksi tersebut diarahkan untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak bencana.

Informasi mengenai program tersedia melalui aplikasi MyPertamina dan Pertamina Contact Center 135. Program tersebut berjalan bersamaan dengan proses pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak.

Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Orang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait