JAKARTA (gokepri) – Pemerintah mengerahkan lintas kementerian dan menyiapkan 50 ribu paket sembako untuk mempercepat penanganan gempa NTT. Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan turun langsung setelah tim pemerintah memantau kondisi di lapangan.
Keputusan Prabowo untuk mengunjungi Nusa Tenggara Timur bergantung pada perkembangan penanganan bencana yang kini dipantau sejumlah pejabat pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih melihat kondisi lapangan sebelum menentukan agenda kunjungan Presiden. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga telah berada di NTT. “Nanti kami lihat situasinya, para menteri juga sudah di sana,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Orang
Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Pemerintah juga mengirim Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Tim tersebut berada di NTT untuk memantau sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.
Sebelum mempertimbangkan kunjungan langsung, Prabowo menginstruksikan jajaran pemerintah turun ke lokasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @prabowo, pada Ahad, 16 Agustus 2026, Prabowo menyatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat terdampak mendapat penanganan darurat secara cepat.
Pemerintah telah mengirim 50 ribu paket bantuan sembako ke NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan kebutuhan warga setelah gempa.
Prabowo juga menginstruksikan kerja lintas sektor agar penanganan pascagempa menjangkau kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut diminta terlibat di lapangan. Keterlibatan badan usaha tersebut mencakup dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pemulihan layanan.
“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga menyatakan pemulihan kondisi NTT akan terus berlanjut setelah fase darurat. Prabowo menyampaikan simpati kepada masyarakat yang kehilangan keluarga dan menghadapi dampak gempa.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjelang pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB. Setelah itu, pemerintah mulai memetakan dampak gempa di sejumlah kabupaten.
Laporan sementara Kementerian Sosial menyebut gempa berdampak terutama di Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa tercatat terdampak, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam pendataan.
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Sabtu, 15 Agustus, pukul 18.48 WIB, mencatat 47 orang meninggal akibat gempa tersebut.
Angka korban dan kebutuhan warga masih menjadi bagian dari pemantauan pemerintah di lapangan. Laporan dari para pejabat yang kini berada di NTT menjadi pertimbangan sebelum Prabowo menentukan kunjungan langsung.
Sementara itu, bantuan pangan dan dukungan lintas lembaga terus diarahkan ke wilayah terdampak. Pemerintah masih memantau kondisi korban, pengungsi, serta kebutuhan pemulihan sebelum menetapkan langkah berikutnya. ANTARA
Baca Juga: Gempa Nagekeo, BMKG Terbitkan Peringatan Tsunami
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









