JAKARTA (gokepri) — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN menempatkan sumber daya manusia sebagai penopang utama pencapaian target strategis perusahaan pada 2026. Penguatan lingkungan kerja dan kompetensi pekerja menjadi kunci menjaga kinerja bisnis gas bumi.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mencatat sejumlah indikator ketenagakerjaan yang positif sepanjang 2025. Tingkat keterikatan pekerja dengan perusahaan mencapai 87,74 persen dan masuk kategori tinggi.
Kepercayaan pekerja terhadap keberlanjutan perusahaan juga tercermin dari tingkat perputaran pekerja yang dijaga di bawah 3 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas tenaga kerja di tengah dinamika industri energi.
Baca Juga: PGN Mulai Bangun 10.000 Sambungan Jargas di Batam Maret 2026
PGN juga mampu mengendalikan tingkat kekosongan jabatan di bawah 10 persen. Dengan total 2.752 pekerja di PGN Group hingga akhir 2025, setiap fungsi dinilai terisi tenaga yang kompeten untuk mendukung operasional dan layanan pelanggan.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN Rachmat Hutama mengatakan perusahaan terus menyesuaikan pengelolaan SDM dengan perkembangan teknologi informasi.
“PGN menerapkan digitalisasi, bukan hanya untuk efisiensi proses bisnis, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan pelanggan dan menghadirkan layanan yang unggul,” ujar Rachmat.
Digitalisasi telah diterapkan di seluruh rantai bisnis gas bumi, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengelolaan jaringan, hingga layanan pelanggan. Di sisi lain, keamanan digital menjadi perhatian utama.
Pada 2026, sistem keamanan siber PGN diklaim mencapai tingkat perlindungan 100 persen. Kondisi ini menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi serta infrastruktur digital perusahaan.
Rachmat menegaskan, kompetensi pekerja akan terus ditingkatkan untuk menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang. PGN juga mendorong budaya kerja yang memberi ruang bagi kreativitas dan inovasi.
“Seluruh kontribusi pekerja diarahkan untuk tetap menjunjung tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan,” kata Rachmat.
Pada 2026, PGN melanjutkan pengembangan proyek strategis gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas nasional. Dengan belanja modal sebesar 353 juta dolar AS, sekitar 62 persen dialokasikan untuk pengembangan segmen midstream, downstream, dan sektor terkait lainnya.
Fokus investasi diarahkan pada penguatan infrastruktur distribusi gas dan jaringan gas rumah tangga. Investasi dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketahanan energi nasional.
PGN meyakini SDM yang profesional dan berintegritas menjadi motor utama dalam mencapai target bisnis sekaligus menjaga peran strategis gas bumi di Indonesia.
Baca Juga: Siapa Mau Bangun Jargas Rumah Tangga di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







