Petani Natuna Panen Cengkeh, Tapi Ada Kendala yang Meresahkan

petani natuna panen cengkeh
Seorang anak di Natuna menjemur cengkeh. Petani Natuna mulai panen cengkeh tapi ada yang meresahkan. Foto: ANTARA

NATUNA (gokepri.com) – Para petani Natuna mulai memasuki musim panen cengkeh. Namun ada kendala yang membuat para petani resah.

Salah seorang petani cengkeh Junaidi mengatakan para petani kesulitan mencari tukang panjat atau buruh  pemetik cengkeh.

“Kendala kita di sini salah satunya tidak ada tukang panjat apa lagi pada saat puncak panen nanti, tidak ada orangnya,” kata Junaidi, Senin 20 Februari 2023.

HBRL

Jika sudah masuk puncak panen, kata Junaidi cengkeh harus panen serentak. Jika tidak kualitas dan berat cengkeh akan jauh berkurang dari normal.

Cengkeh paling bagus dipanen saat buah cengkeh sudah dominan berwarna agak kekuningan,

“Jika sudah merah atau bunganya sudah mekar itu kami rugi, beratnya akan jauh berkurang,” ujarnya.

Satu orang biasanya hanya mampu panen satu pohon dalam satu hari dan itu tergantung jarak dan medan kebun cengkeh.

Mayoritas petani cengkeh di kepulauan Natuna berada di lereng bukit, hal itu menyebabkan petani kesulitan mencari tenaga yang mau menjadi buruh panjang pada saat puasa.

Di Natuna, panen cengkeh masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu memanjang langsung pohon cengkeh dan memetik buah cengkeh yang matang menggunakan tangan.

Junaidi mengatakan hampir setiap kampung dan setiap keluarga punya kebun cengkeh. Makanya tenaga upah panjat atau tukang panen sulit dicari karena semua orang memanen kebuh cengkehnya masing-masing.

“Biasanya kami harus mencari tenaga upah panjat dari luar daerah, sekarang belum ada,  kendalanya begitu,” kata dia.

Puncak panen kata dia akan terjadi sekitar satu bulan ke depan. Ia memperkirakan saat puncak panen tiba akan banyak cengkeh terbuang jika tidak ada tenaga upah panjang dari luar yang masuk Natuna.

“Apa lagi masuk bulan puasa, sepertinya mereka enggan datang, kalau pun ada pasti upah panjat akan naik tidak seperti biasanya,” kata Junaidi.

Upah normal panen cengkeh di Natuna kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000. Jika kekurangan tenaga upah panjat maka bisa jadi akan naik dari harga tersebut sesuai kesepakatan.

Harga cengkeh di Natuna saat ini berkisar Rp95 ribu per kilo untuk yang kering dan Rp25 ribu hingga Rp30 ribu untuk yang masih basah.

Baca Juga: Harga Ikan di Natuna Naik Dua Kali Lipat, Nelayan Tak Melaut karena Cuaca Ekstrem

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait