Batam (gokepri.com) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggaungkan wacana produk UMKM dari Batam yang dikirim ke daerah pabean lain dibebaskan dari PPN.
Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya untuk menggenjot pemasaran produk dalam negeri yang dihasilkan oleh UMKM agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan hal itu bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi atau permintaan barang dan jasa yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri sehingga menciptakan efek dobel terhadap perekonomian Kepri.
Namun, upaya itu masih sangat berat dilakukan. Realisasinya sudah berjalan dengan peningkatan kapasitas UMKM maupun bantuan modal. Tapi, hasilnya masih nihil. Terkhusus di Batam. Sebab, produk UMKM yang keluar dari Batam masih kena pajak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mulai 1 April 2022 sebesar 11 persen.
“Agar produk kami kompetitif, sebaiknya produk-produk yang keluar dari Batam ini pemerintah bisa berikan diskresi tanpa PPN 11 persen,” kata Ansar, Rabu 30 Maret 2022.
Mantan Bupati Bintan itu meminta pemerintah pusat agar memberikan diskresi terkait aturan pajak tersebut. Sebab, jika masih ada aturan terkait pajak, UMKM di Kepri sulit untuk berkembang.
“Agar upaya kami tidak sia-sia, bantuan modal yang kami berikan dan pengembangan UMKM,” kata dia.
Ansar mengatakan berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo tentang penggunaan anggaran belanja daerah yang 40 persennya diwajibkan membeli produk dalam negeri pihaknya sudah menyisihkan sekitar Rp2,5 miliar khusus belanja UMKM dalam negeri.
“Ini salah satunya untuk mendorong UMKM kita kalau kita beli di luar yang ada kerjaan orang luar. Sementara orang kita tidak ada,” kata dia.
Dalam waktu dekat Ansar juga akan mendatangkan alat pendeteksi bakteri agar produk olahan pangan dapat bersaing di dunia kuliner internasional. Selain itu, pihaknya juga membantu para UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal serta memberikan izin rumah tangga kepada pelaku UMKM.
“Ini juga aspirasinya dari pelaku UMKM yang sudah menandatangani ekspor mereka keluar negeri,” katanya.
Sementara Mentri Ekraf RI Sandiaga Uno mengatakan sekarang saatnya masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Salah satu upayanya adalah memberdayakan dan memajukan UMKM.
“Arahan pak presiden jika kita lebih memaksimalkan produk dalam negeri tidak menutup kemungkinan produk kita bisa diminati oleh orang luar juga,” kata dia.
Penulis: Engesti








