Penyakit ISPA Serang Anak-anak di Bintan, Jumlah Kasus Meningkat

penyakit ispa anak bintan
ilustrasi. Dinas Kesehatna Bintan mencatat kasus penyakit ISPA pada anak-anak meningkat. Foto: Freepik

BINTAN (gokepri.com) – Penyakit infeksi saluran penyakit atas (ISPA) menyerang anak-anak di Bintan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan mencatat jumlah kasusnya meningkat dalam sehari.

“Rata-rata jumlah anak yang terserang ISPA lebih dari 50 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama AF Isnaeni di Bintan, Senin 27 Februari 2023.

Gama meminta masyarakat mewaspadai penyakit tersebut yang dalam beberapa pekan terakhir yang menyerang anak-anak setempat.

“Jumlah penderita penyakit ISPA yang masuk lima besar nasional terbanyak di Bintan,” ujarnya.

Dokter spesialis anak tersebut mengatakan ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

ISPA  disebabkan mikroorganisme seperti Adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia. Sedangkan penderita yang terinfeksi Rhinovirus menyebabkan pilek.

“Dalam kondisi tertentu, ISPA dapat meningkat menjadi radang paru-paru, terutama ketika orang terinfeksi Pneumokokus,” katanya.

Beberapa gejala ISPA di antaranya hidung tersumbat, pilek, batuk kering, demam ringan, sakit kepala, nyeri tenggorokan, demam dan sulit bernapas.

Gama mengatakan jika panas anak mencapai 39 derajat celcius harus segera dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang bisa meningkatkan resiko ISPA pada balita yakni status gizi, belum imunisasi, tidak mendapatkan ASI eksklusif, paparan asap rokok selama kehamilan, kepadatan tempat tinggal, dan perilaku merokok dalam keluarga.

Ads bp batam 2026 baru

“Rumah yang lembab dan kurang pencahayaan juga potensial menyebabkan ISPA,” ucapnya.

Untuk mencegah dari tertular ISPA, orang tua sebaiknya menjaga lingkungan rumah dan sekitar rumah tetap bersih.

Meskipun penyakit ISPA relatif tidak berbahaya, tapi dampak yang ditimbulkannya cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Anak-anak yang mengalami batuk, flu dan demam biasanya tidak mau makan. Akibatnya, mereka kekurangan asupan gizi.

“Kalau kekurangan gizi, tentu akan menimbulkan dampak lainnya. Ini yang harus dicegah melalui pengobatan yang benar,” katanya.

Selain anak-anak, ISPA juga bisa menyerang orang dewasa, terutama yang mengidap penyakit paru obstruktif kronik, gagal jantung progresif, atau asma.

Baca Juga: 2 Cara Menghadapi Penyakit Menular di Musim Pancaroba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait