Dua Opsi Mengamankan Listrik Bintan

Pekerja memperbaiki ruas jalan di Bintan menjelang Tour de Bintan 2026.
Foto dari udara, jalur lintas Tour de Bintan menyuguhkan panorama khas tropis Pulau Bintan, mulai dari kawasan pantai, perkampungan, hingga tepian hutan di Kabupaten Bintan, Kepri. Foto: Humas Tour de Bintan

Kebutuhan listrik Bintan mencapai 105 MW. PLN menjajaki pasokan tambahan dari dua pembangkit.

BINTAN (gokepri) – Gangguan listrik Batam pada pertengahan Oktober ikut memadamkan listrik di Bintan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini mengusulkan pembangkit sendiri untuk mengurangi ketergantungan pasokan antarpulau.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kepri, Muhammad Darwin, mengatakan pemerintah provinsi akan mengajukan pembangunan pembangkit listrik di Bintan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Usulan ini muncul setelah gangguan kelistrikan di Batam pada 12–14 Oktober 2026 berdampak pada pasokan listrik di Pulau Bintan.

“Selama ini, listrik Pulau Bintan masih bergantung pasokan daya dari Kota Batam, makanya kami coba ajukan pembangunan pembangkit sendiri ke pusat,” kata Darwin di Tanjungpinang, Selasa 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Pembangkit Baru Solusinya?

Gangguan tersebut memperlihatkan risiko ketika pasokan listrik suatu wilayah bergantung pada sistem kelistrikan daerah lain. Darwin menyebut listrik di Bintan, terutama Kabupaten Bintan, sempat padam total selama dua hari akibat gangguan yang bermula di Batam.

Sambil menunggu usulan pembangkit baru, PLN menyiapkan alternatif pasokan untuk mengurangi risiko pemadaman berulang. Salah satu opsi yang dijajaki ialah kerja sama dengan pembangkit listrik di Tanjung Sauh, Batam, untuk membantu memasok kebutuhan listrik Bintan.

Menurut Darwin, kebutuhan listrik Pulau Bintan mencapai sekitar 105 megawatt (MW). Sementara itu, kapasitas yang ia sebut tersedia dari dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dioperasikan PLN UP3 Tanjungpinang hanya sekitar 30–35 MW.

“Kebutuhan listrik Pulau Bintan sekitar 105 MegaWatt. Kalau sebagian bisa disuplai dari Tanjung Sauh, InsyaAllah aman dan cukup,” ujar Darwin.

Selain Tanjung Sauh, PLN menjajaki peluang kerja sama dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Bintan. Opsi ini diharapkan menambah sumber pasokan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

Ads bp batam 2026 baru

Dalam jangka panjang, Pemprov Kepri ingin Bintan memiliki pembangkit sendiri agar tidak terus bergantung pada pasokan dari Batam. Gubernur Kepri Ansar Ahmad dijadwalkan segera bertemu dengan Menteri ESDM untuk membahas usulan pembangunan pembangkit tersebut.

Darwin berharap kemandirian pasokan dapat membantu menjaga keandalan listrik di Bintan sekaligus mengurangi beban pemenuhan kebutuhan listrik dari Batam. Menurut dia, penanganan gangguan juga akan lebih mudah jika Bintan memiliki sumber pembangkit sendiri.

“Penanganannya juga lebih mudah kalau terjadi kerusakan,” kata Darwin. ANTARA

Baca Juga: Sistem Belum Stabil, Listrik Bintan Bergilir Tiap Enam Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait