PENGAWASAN PROTOKOL KESEHATAN: Pemda di Kepri Mulai Kendur

Pengawasan Protokol Kesehatan
Tim terpadu Kota Batam menggelar pengawasan terkait kepatuhan pelaksanaan Protokol Kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di Kecamatan Batam Kota, Sabtu (2/4/2021) malam. (Foto: istimewa)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rusdani mengatakan pengawasan protokol kesehatan masyarakat di daerah itu belakangan mulai longgar sehingga turut memicu melonjaknya kasus COVID-19.

Dia menilai masyarakat setempat terlena karena penyebaran kasus sempat turun, lalu akhirnya banyak yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker.

Kemudian acara-acara keramaian di hotel sudah mulai banyak digelar, menyusul berbuka puasa diperbolehkan, dan pasar-pasar ramai pengunjung tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

HBRL

“Pengawasan protokol kesehatan saat ini, tidak seketat seperti masa awal kasus pandemi COVID-19,” ujar Rusdani.

Di samping itu, lanjut dia, masyarakat menganggap vaksinasi COVID-19 yang tengah berjalan dapat melindungi diri dari COVID-19.

Padahal, menurut dia, vaksinasi tidak 100 persen melindungi seseorang dari COVID-19. Masih ada sekian persen potensi seseorang itu terpapar COVID-19.

“Cukup banyak setelah vaksin terinveksi COVID-19. Bahkan dokter sekali pun,” ujarnya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kepri hingga saat imi jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 12.431 orang, meliputi kasus aktif 1.614 orang, sembuh 10.539 orang, dan meninggal 279 orang.

Fluktuatif

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan perkembangan angka kasus COVID-19 di daerah itu dalam tiga hari terakhir cenderung fluktuatif.

“Tren kasus COVID-19 belakangan memang cenderung fluktuatif. Kita masih terus melakukan upaya-upaya pencegahan dengan kampanye disiplin prokes ke masyarakat, upaya testing, tracing dan treatment serta penanganan isolasi bagi yang positif,” kata Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Senin (10/5).

Menurut Tjetjep berdasarkan data Senin (10/5), tercatat penambahan harian COVID-19 sebanyak 110 kasus di Kepri. Angka ini mengalami kenaikan dibanding Minggu (9/5), yakni sebanyak 94 kasus, dan turun dibanding Sabtu (8/5), yakni sebanyak 112 kasus.

Dari penambahan hari ini, kata dia, menjadikan total positif COVID-19 di Kepri secara kumulatif mencapai 12.541 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 10.614 kasus dan 279 kasus meninggal dunia.

“Sehingga, total kasus aktif di Kepri hingga saat ini tercatat sebanyak 1.648 kasus. Dari penambahan kasus hari ini, menjadikan total kasus aktif mengalami peningkatan dari Minggu yakni 1.614 kasus,” ujar Tjetjep.

Menurut catatan dari tim satgas, kasus aktif tersebut merupakan kasus yang masih menjalani perawatan. Perawatan tersebut meliputi isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit.

Tjetjep meminta kepada semua masyarakat yang mengalami gejala COVID-19 atau pernah berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif, untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti isolasi mandiri atau tes usap PCR.

“Bagi siapapun yang mengalami gejala atau pernah berinteraksi dengan orang yang positif COVID-19, bisa kontak ke puskesmas terdekat untuk menjalani ses usap Tentu tim tracking dari Dinas Kesehatan juga akan melakukan pendataan, seluruh prosedur terkait akan dijalankan,” tuturnya.

Gubernur Kepri, lanjut Tjetjep, juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang larangan mudik selama 6-17 Mei 2021 dalam upaya penekanan penyebaran COVID-19 di masyarakat.

“Perayaan lebaran di rumah saja itu sangat efektif untuk menekan angka COVID-19 di daerah kita. Masyarakat harus disiplin soal protokol kesehatan agar Kepri sehat, aman, dan produktif bisa tercapai,” katanya menegaskan. (Can)

Pos terkait