PENERIMAAN NEGARA: Capai Rp1,3 Triliun, Realisasi BP Batam Lampaui Target

Ex-officio rudi
Kepala BP Batam Muhammad Rudi memaparkan kinerja anggaran dan penerimaan negara lembaganya dalam rapat virtual bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (19/1/2021). (foto: BP Batam)

Batam (gokepri.com) – Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi, Badan Pengusahaan (BP) Batam membukukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp1,307 triliun pada 2020. Realisasi itu melampaui target yang dirancang Kementerian Keuangan.

Kinerja sepanjang 2020 itu dilaporkan kepada Komisi VI DPR RI lewat rapat virtual, Selasa (19/1/2021).

Pada kesempatan itu Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyampaikan Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Anggaran TA 2020 serta Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran TA 2021 di BP Batam.

Rudi melaporkan, sepanjang 2020 realisasi penerimaan mencapai Rp1,307 triliun atau 128,15% dari target. Capaian itu menurun tipis dari 2019. Penerimaan pada 2019 mencapai Rp1,330 triliun atau 104,51% dari targetnya.

Di sisi belanja, realisasi tahun 2020 mencapai Rp1,693 triliun atau 77,04% dari pagunya, yang berarti menunjukkan kondisi yang lebih baik dari realisasinya di tahun 2019 yang mencapai Rp1,565 triliun atau 75,83% dari pagunya.

“Terkait dengan realisasi belanja BP Batam yang mencapai 77,04 persen, beberapa kegiatan yang belum selesai seluruhnya di tahun 2020 dan akan dilanjutkan di tahun 2021, antara lain adalah proyek infrastruktur di Bandara dan pengembangan Sewerage System,” ujar Muhammad Rudi.

Lebih lanjut, Muhammad Rudi menjelaskan, dalam tahun 2021, DIPA BP Batam yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp2,014 triliun akan digunakan untuk mendanai dua program, yaitu, Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Pada 2021, BP Batam akan mengusahakan dukungan dana non APBN sesuai aturan yang berlaku.

Skema yang akan dikembangkan, dikatakan Muhammad Rudi, adalah pemanfaatan aset melalui pola kerja sama, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Kerja Sama Operasi (KSO), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

“Kami khususkan hal tersebut terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Pengembangan dan Pengelolaan Pelabuhan, Pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), serta beberapa kegiatan lainnya,” kata Muhammad Rudi.

Rapat dengan Komisi VI

penerimaan negara bp batam
Kepala BP Batam Muhammad Rudi didampingi pejabat BP Batam memaparkan kinerja anggaran dan penerimaan negara lembaganya dalam rapat virtual bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (19/1/2021). (foto: BP Batam)

Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual bersama Komisi VI DPR RI yang membahas tentang pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran Tahun Anggaran 2020 dan rencana pelaksanaan kegiatan dan anggaran Tahun Anggaran 2021.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, hadir didampingi Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengembangan Kawasan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dan sejumlah pejabat tingkat II BP Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Batam Centre, Batam, Selasa (19/1/2021).

RDP dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Aria Bima, dan dihadiri sebanyak 18 anggota Komisi VI DPR RI, baik secara daring maupun hadir langsung di ruang rapat.

Aria Bima, mengatakan, rapat tersebut dilakukan secara terbuka, transparan dan tetap menjaga protokol kesehatan, melalui siaran langsung di dunia maya.

Selain dengan BP Batam, Komisi VI DPR RI juga menggelar RDP dengan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kepala BP Kawasan Sabang dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

(eri)

|Baca Juga: Penerimaan Negara: Bea Cukai Batam Kumpulkan Rp290,6 Miliar sepanjang 2020

BAGIKAN