Batam (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berupaya meningkatkan investasi demi menekan angka pengangguran di Kepri.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, tingkat pengangguran yang tinggi di Kepri dipicu oleh pandemi Covid-19 dan minimnya lapangan pekerjaan. Untuk itu pihaknya mengambil langkah strategis, yakni perizinan investasi yang mudah dan efisien.
“Satu-satunya investasi kita kejar, mudah-mudahan Covid-19 ini stabil sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan,” kata Ansar di Hotel Swisbell Batam, Selasa 16 November 2021.
Mantan Bupati Bintan itu menjelaskan, tingginya pengangguran di Kepri terjadi di sektor pariwisata. Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan vaksinasi travel land guna mendorong percepatan ekonomi di Kepri.
“Yang banyak nganggur itu dari sektor pariwisata. Hotel besar-besar sampai hari ini tutup, nah itu yang mau kita dorong supaya kita bisa menekan angka pengangguran,” katanya.
Selain sektor pariwisata, lanjut Ansar, pemicu tingginya angka pengangguran di Kepri yakni banyaknya pendatang dari luar daerah yang mencari kerja di Kepri. Sehingga para pendatang yang mencari kerja tersebut terdata sebagai pengangguran di Kepri.
“Orang berwisata ke Bali bawa uang. Kalau kita orang kesini cari kerja. Jadi saat tertentu ketika dihitung oleh BPS disurvei bulanannya menambah angka pengangguran itu. Yang jelas kita tekan lah dengan mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” katanya.
Dengan turunnya assessment PPKM di Kepri menjadi level I, Ansar berharap angka pengangguran di Kepri dapat ditekan.
“Tetap akan kita upayakanlah penurunan angkanya. Kemarin kan sempat 10.2 persen, sekarang sudah 9.8 persen karena industri sudah mulai bergerak dan menambah karyawan,” katanya. (engesti)
Baca juga: Pemprov Kepri Optimalkan Potensi Maritim dan Investasi









