BATAM (gokepri) – Keputusan Dinas Pendidikan Kepri yang tidak memberikan izin bagi SMA/SMK di Batam ikut turnamen futsal Piala Kepala BP Batam menimbulkan kejanggalan. Bertujuan memajukan olahraga futsal, pelajar malah hilang kesempatan unjuk kemampuan karena dihalangi rezim pemerintah daerah.
Padahal, turnamen yang sama digelar tahun lalu menjadi ajang futsal meriah dan kompetitif. Bertajuk Istana Sport Piala Kepala BP Batam, banyak tim futsal pelajar SMA dan SMK unjuk kebolehan. Ada 34 tim dari sekolah yang bertanding dalam kompetisi ini.
Tim futsal SMKN 7 Batam menjadi kampiun kategori SMA/SMK ketika itu setelah mengalahkan SMAN 20 Batam. Sporthall Temenggung Abdul Jamal yang menjadi panggung final padat dengan penonton pada tahun lalu.

Turnamen ini terbilang sukses dan kembali dihelat oleh panitia yang sama pada 2023 sejak 22 Februari. Pialanya tetap Piala Kepala BP Batam. Namun kali ini kategori SMA/SMK yang awalnya ada dan dimulai 28 Februari 2023, tiba-tiba dibatalkan karena banyak sekolah menarik diri dari turnamen. Meski begitu, panitia tetap melaksanakan turnamen tapi hanya dua kategori yakni kategori umum dan kategori SMP sederajat.
Tim futsal sekolah-sekolah tersebut sudah ingin tampil pada ajang Istana Sport Piala Kepala BP Batam, namun mendadak menarik diri karena perintah kepala sekolah. Menurut penuturan seorang guru SMA negeri yang awalnya ikut turnamen, tim sekolahnya tidak mendapat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
“Kepala sekolah menarik tim karena surat izin dari Disdik Pemprov (Kepri) tidak ada,” ungkap Triwahyuni, guru SMA di Batam, Sabtu 25 Februari 2023. Tim futsal sekolah kecewa karena tidak bisa bertanding, tapi kemudian mereka akhirnya tetap mengikuti turnamen tapi bergabung dengan kategori umum. Mereka tidak mewakili sekolahnya.
“Kalau ikut (kategori) umum sudah beda. Beda kelas, beda umur,” sambung Triwahyuni. Ia tak tahu persis berapa jumlah tim futsal sekolah yang akhirnya menarik diri tapi dari batalnya kategori SMA dan SMK telah mengecewakan pelatih dan anak-anak.

Belum terang pula alasan mengapa Dinas Pendidikan Kepri tidak memberikan izin kepada sekolah di Batam ikut turnamen futsal Piala Kepala BP Batam padahal sekolah diizinkan tahun lalu. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung yang dihubungi sepanjang Sabtu siang, tak memberikan jawaban.
Ketua panitia pelaksana Istana Sport Piala Kepala BP Batam, Mahmudi Bep, mengaku tidak mengetahui pasti alasan pengunduran diri sejumlah calon peserta yang telah mendaftar. Panitia sudah mendapatkan izin dari Cabang Disdik Kepri di Batam agar siswa SMA/SMK boleh bertanding pada ajang ini.
Dalam surat Nomor: B/005/017/CABDIS-BTM/2023 tersebut, Cabang Disdik Provinsi Kepri mendukung dan memberikan izin kepada panitia pelaksana untuk menggelar turnamen futsal Piala Kepala BP Batam 2023 kategori SMA/SMK. “Surat izin sudah diterima, namun tiba-tiba saja semua sekolah menarik diri,” ungkap Mahmudi Bep, Sabtu 25 Februari 2023.
Mahmudi mengatakan panitia sudah berulang kali mendatangi Disdik Provinsi Kepri untuk meminta izin kegiatan. Namun, jawaban terhadap surat permohonan izin kegiatan tak kunjung didapatkan. Oleh karenanya, panitia pun berinisiatif untuk mengurus perizinan ke Cabang Disdik Provinsi Kepri di Kota Batam.
Sementara itu, tokoh olahraga di Kepri, Amri, menyayangkan pembatalan turnamen futsal kategori SMA/SMK Piala Kepala BP Batam. Apalagi tersiar kabar ada larangan dari sekolah dan Dinas Pendidikan Kepri. Hal ini menjadi sebuah kejanggalan mengingat turnamen futsal Piala Kepala BP Batam 2023 ini diadakan dengan tujuan untuk memajukan olahraga futsal di Batam dan memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menunjukkan kemampuannya dalam olahraga ini.
“Jangan sampai ada larangan yang akhirnya berdampak pada pembinaan atlet,” ujar Amri, yang juga menjabat Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri, Sabtu 25 Februari 2023. Menurut dia, minimnya kompetisi menjadi kendala untuk seluruh atlet di Provinsi Kepri.

Harapannya, kejadian ini tidak terulang di masa depan dan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dapat memberikan dukungan penuh kepada pelajar yang berpartisipasi dalam turnamen olahraga, termasuk dalam hal penerbitan surat izin yang diperlukan. Sehingga, kegiatan olahraga para pelajar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi mereka.
“Kalau kompetisi berlangsung di luar jam sekolah, artinya kan tak ada masalah. Suatu event olahraga yang akan berjalan tentu panitia sudah berkoordinasi. Perlu diingat, Kepri ini minim kompetisi. Kalau ada pihak yang menggelar turnamen, seharusnya kita ikut berpartisipasi aktif,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga:
- Jadi Tanda Tanya, Tim Futsal SMA/SMK Mendadak Mundur dari Piala Muhammad Rudi
- Istana Sport Cup 2023 Piala Kepala BP Batam Kick Off 22 Februari
- Kemeriahan Turnamen Futsal Istana Sport Cup Piala Kepala BP Batam
- SMKN 7 dan Putu Warok FC Raih Piala Kepala BP Batam, Ini Daftar Juara dan Pemain Terbaik
Penulis: Engesti









