PDIP Kepri Siapkan Kepemimpinan Baru

PDIP Kepri
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP, Djarot Syaiful HIdayat, memberikan keterangan soal konsolidasi partai dan arah organisasi PDIP Kepri. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – PDIP Kepulauan Riau mulai merapikan barisan menghadapi kontestasi politik beberapa tahun ke depan. Lewat Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) 2025, partai banteng ini menata ulang kepemimpinan dan arah organisasi di Kepri.

Agenda yang berlangsung di Hotel Aston, Batam, Minggu, 16 November 2025, itu menjadi arena regenerasi setelah periode kepengurusan 2019–2024 berakhir. Acara dibuka oleh Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat.

Ia menyebut konferensi ini sebagai langkah penting memperkuat konsolidasi partai di wilayah perbatasan. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, kesehatan partai politik menentukan kualitas demokrasi dan kemampuan negara memenuhi tujuan konstitusionalnya.

HBRL

“Partai politik memastikan tujuan negara dapat terwujud. Karena itu seluruh kekayaan dan potensi Kepri, termasuk blok Natuna, harus dikelola untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Djarot menekankan konferensi di Kepri bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan penyiapan kader yang mampu bekerja solid untuk agenda nasional. Ia berharap forum ini melahirkan pemimpin baru dengan kapasitas organisasi yang lebih kuat.

Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo, menyatakan konferensi 2025 menjadi titik akhir masa tugas pengurus sebelumnya yang otomatis berstatus demisioner. Ia menyampaikan apresiasi kepada kader dan simpatisan atas kerja sama selama lima tahun terakhir, sekaligus memohon maaf bila ada kekurangan dalam kepemimpinannya.

“Siapa pun yang terpilih nanti diharapkan membawa partai menuju kemenangan. Partai harus disiplin, berideologi, dan mampu menghadapi tantangan modern,” kata Soerya.

Ia meminta seluruh kader memanfaatkan konferda dan konfercab sebagai ruang evaluasi. Menurutnya, momentum ini penting untuk memperkuat komitmen PDIP Kepri sebagai partai yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan menjunjung nilai-nilai Pancasila. Konfercab untuk Tanjungpinang, Batam, dan Karimun, kata dia, menjadi kesempatan menentukan arah politik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini momentum konsolidasi rencana PDIP Kepri ke depan. Bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang refleksi untuk mengokohkan organisasi dan komitmen kader,” ujarnya.

Soerya mengingatkan kembali pesan Bung Karno tentang Tri Sakti: Indonesia harus berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurutnya, prinsip itu relevan bagi Kepri yang berada di jalur pertemuan perdagangan dan budaya. Ia menilai wilayah ini memiliki potensi geostrategis yang besar sebagai pintu masuk ekonomi nasional.

Karena itu ia mendorong penguatan sektor maritim, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas wilayah pesisir. Pulau-pulau kecil, katanya, perlu dikelola menjadi pusat ekonomi baru agar Kepri tak hanya menjadi pasar.

“Laut harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Momen 2029 harus kami menangkan dengan strategi yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Kembali Ditunjuk Jadi Sekjen PDIP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait