Paslon Pilkada di Kepri Pasang Wajah Prabowo, Pengamat: Bisa Blunder

Spanduk kampanye paslon Amsakar-Li Claudia turut memasang gambar Presiden RI terpilih Prabowo Subianto. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Sejumlah pasangan calon (paslon) kepala daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam Pilkada 2024 tampak ramai memasang wajah atau gambar presiden terpilih, Prabowo Subianto, pada alat peraga kampanye (APK) mereka.

Di antara paslon tersebut adalah Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura, serta Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra. Kedua paslon tersebut secara aktif menampilkan atribut foto Prabowo dalam APK yang tersebar di berbagai wilayah.

Langkah tersebut diduga dilakukan dengan harapan bahwa keterkaitan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto dapat meningkatkan elektabilitas di kalangan masyarakat.

HBRL

Baca Juga: Dana Kampanye Pilkada Kepri 2024 Maksimal Rp238 Miliar

Namun, Pengamat politik sekaligus Akademisi Universitas Riau Kepulauan, Ramayandi menyoroti hal tersebut. Ia menilai bahwa strategi ini justru berpotensi menimbulkan resistensi di tengah masyarakat.

“Dari segi elektabilitas, belum tentu itu efektif. Justru bisa memicu resistensi karena banyak kebijakan-kebijakan yang muncul belakangan ini cukup kontroversial,” katanya.

Ramayandi juga mengingatkan bahwa meskipun Prabowo memenangkan Pilpres di Kepri dan Batam, tidak ada jaminan bahwa dukungan terhadap presiden terpilih ini akan otomatis beralih kepada calon kepala daerah yang menggunakan citranya.

Ia menyebutkan beberapa kebijakan yang dianggap kontroversial berisiko memunculkan antipati dari sebagian masyarakat.

“Saya melihat langkah ini bisa menjadi blunder bagi tim sukses yang terlalu bergantung pada citra Prabowo. Munculnya gejala otoritarian, pemborongan partai, dan pengondisian kekuasaan menjadi isu-isu yang menimbulkan kekesalan di masyarakat,” jelas Ramayandi.

Ramayandi juga menyarankan agar para calon kepala daerah lebih fokus pada branding diri mereka sendiri daripada mencoba memanfaatka dan menjual nama Prabowo.

“Dengan isu-isu panas yang berkembang, seperti kontroversi kotak kosong dan pengondisian partai, lebih baik paslon memusatkan strategi kampanye pada program dan visi mereka sendiri,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait