Outlet Levi’s Halimun di Karimun Makin Maju Berkat Pinjaman KUR BRI

Firdaus sengaja turun langsung melayani pembeli di outlet pakaian miliknya di Tanjungbalai Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Siang itu begitu cerah, Firdaus yang duduk di kursi merah mengangkat ponselnya yang berdering. Ternyata, yang menghubungi adalah pelanggannya.

Firdaus adalah owner Outlet Levi’s Halimun yang menjual pakaian di kawasan Tanjungbalai Karimun.

Meski pada hari pertama puasa Ramadhan, namun pria asal Pasaman Barat, Sumbar ini tetap membuka outletnya itu.

Ditemani seorang karyawan, dia nampak sibuk melayani pembeli, Selasa, 12 Maret 2024.

Usaha itu sudah dirintisnya sejak 2020 silam atau pada saat dia mulai menginjakkan kakinya di Tanjungbalai Karimun.

Pria yang dulunya pengusaha jagung untuk bahan pakan ayam di Pasaman Barat, Sumbar itu sekarang lebih memilih mengembangkan usaha outlet pakaiannya di Karimun.

Usahanya itu makin lama kian berkembang hingga pangsa pasarnya sudah menembus hampir seluruh kota di Indonesia.

Dia memasarkan pakaiannya dengan sistem online melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan aplikasi WhatsApp.

Khusus untuk celana, dia lebih banyak menjual merek Levi’s dan Timberland.

Sementara, untuk baju terdapat berbagai merek seperti Guess, Levi’s, Gucci, Adidas, Calvin Klein dan berbagai merek ternama lainnya.

“Outlet ini hanya memajang sebagian saja dari stok usaha saya,” ujar Firdaus saat disambangi di outletnya Selasa siang.

Firdaus mengatakan, celana yang dijual di outletnya itu paling murah dibandrol dengan harga Rp300 ribu hingga yang termahal mencapai jutaan rupiah.

Dirinya menyebut, bagi pelanggan yang ingin mendapatkan pakaian dengan brand terkenal, hanya tinggal pesan karena stok nya sudah ada di rumah.

“Kalau mau pesan yang ber merek ada di rumah, ada merek Levi’s dari Amerika dan yang memesan pun dari kalangan tertentu saja,” ungkapnya.

Sekitar dua tahun lebih mengembangkan usahanya itu, Firdaus kemudian dilirik BRI Unit Tanjungbalai Karimun untuk mendapatkan kucuran dana melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Awalnya saya mendapat pinjaman dari BRI melalui KUR sebesar Rp100 juta tanpa agunan,” kata Firdaus.

Namun, karena usahanya maskin suskes maka pinjaman itu cepat-cepat dia lunasi.

Pinjaman kedua, dia mendapatkan lagi kucuran dana BRI melalui KUR dengan besaran yang sama yakni Rp100 juta.

“Pinjaman yang kedua ini sudah berjalan setahun. Pinjaman ini untuk membantu pengembangan usaha saya,” tuturnya.

Kedekatannya dengan pihak BRI bukan hanya sebatas pinjaman KUR semata, namun karyawan maupun pejabat di BRI Karimun bahkan sering nongkrong di outlet dan menjadi langganan tetapnya.

Kepala Unit BRI Tanjungbalai Karimun, Herbeth Nababan mengatakan, hampir seluruh UMKM di Karimun menggunakan KUR.

“UMKM yang dibolehkan mengajukan KUR itu dengan omset di bawah Rp500 juta per bulan,” ujar Herbeth.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait