Batam Punya Bekal Menjadi ‘Dubai’ Kecil di Sumatera

Kisah sukses nvidia
CEO Nvidia, Jensen Huang. Foto: Medium

Batam dinilai siap menjadi Dubai Kecil di Sumatera. Investasi jumbp Nvidia mempercepat transformasi ekonomi.

BATAM (gokepri) — Dinamika geopolitik Timur Tengah yang memperlambat arus modal justru menguntungkan perekonomian Indonesia untuk menarik investasi berteknologi tinggi. Batam siap menampung luapan penanaman modal asing tersebut berkat posisi strategisnya di jalur pelayaran internasional dan kedekatannya dengan Singapura.

Kawasan seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar memang tidak mengalami eksodus investasi besar-besaran, tetapi gerak modalnya mulai melambat. Situasi ini membuka peluang bagi ujung barat nusantara itu untuk menawarkan alternatif penanaman modal yang aman sekaligus kompetitif.

Baca Juga: Airlangga: Nvidia Siap Investasi Rp80 Triliun di Batam

Profesor B.J Habibie sudah merancang desain kawasan ekonomi berstandar Singapura ini semenjak era 1980-an silam. Pemanfaatan fasilitas kawasan perdagangan bebas mempercepat transformasi wilayah ini menjadi pusat ekonomi berskala global.

“Dengan penduduk lebih dari 2 juta, Batam bisa direncanakan untuk menjadi ‘Dubai Kecil’ di Sumatera,” ujar Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini dalam siaran pers yang diterima gokepri, Selasa 29 September 2026. Interaksi ekonomi yang dinamis dengan negara tetangga mendorong pertumbuhan kawasan ini menyentuh level 7 persen pada kuartal lalu.

Pencapaian wilayah ini membuktikan keampuhan strategi ekonomi pasar seperti transisi kapitalisme negara di Vietnam yang sanggup menembus pertumbuhan 7-8 persen. Pemerintah butuh kebijakan inovatif di tengah pelemahan daya beli dan jangan hanya bergantung pada program bantuan sosial yang menguras anggaran negara.

Indonesia tidak akan pernah mencapai target pertumbuhan 7-8 persen seperti yang dijanjikan jika terus menghindari kebijakan ekonomi berorientasi ekspor. “Kuncinya sederhana, tiru Vietnam saja yang sekarang berhasil mendorong perekonomiannya bertumbuh tinggi,” kata Didik.

Strategi penarikan pemodal asing terbukti potensial setelah total investasi di Batam menembus angka Rp69,3 triliun sepanjang tahun 2025. Sektor digital menopang porsi pencapaian yang cukup besar dengan catatan nilai mencapai sekitar Rp8,56 triliun.

Ads bp batam 2026 baru

Pemerintah juga terus mematangkan rencana pengembangan segitiga Batam-Bintan-Karimun sebagai pusat industri hijau melalui kerja sama listrik bersih lintas negara. Potensi ini memikat Nvidia untuk merancang pembangunan pusat data kecerdasan buatan bernilai USD4,5 miliar atau setara Rp80,55 triliun.

Proyek Nvidia DSX AI Factory di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam ini akan menggandeng Firmus Technologies asal Australia dan Day One dari Singapura. Fasilitas canggih yang beroperasi bertahap mulai kuartal pertama 2027 hingga 2028 ini berpotensi mendongkrak total investasi setempat hingga 2-3 kali lipat.

“Jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam,” ucap Didik. Langkah strategis menarik investasi teknologi tinggi ini menjadi pelengkap yang sempurna bagi kebijakan hilirisasi sumber daya alam.

“Nvidia merupakan penanam modal kakap berkelas dunia, bukan sekadar investasi asing berskala kecil sekelas kafe atau restoran,” sebut Didik. Pemanfaatan insentif kawasan perdagangan bebas wajib berjalan selaras dengan penciptaan iklim bisnis yang sehat dan transparan.

Jaminan kepastian hukum menjadi syarat utama agar kota ini terus mendapat kepercayaan sebagai pintu masuk modal wilayah Timur Tengah dan Asia. Kesiapan birokrasi melayani minat besar korporasi multinasional akan menentukan arah keberhasilan transformasi kawasan strategis tersebut.

Baca Juga: Seperti Apa Pusat Data AI Firmus-Nvidia di Batam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait