Penelitian: Mencatat Lebih Ampuh Dalam Memahami Pelajaran

(internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Hasil penelitian menunjukan jika mencatat lebih ampuh dalam memahami pelajaran.

Berdasarkan penelitian kolaborasi Cambridge University Press & Assessment dan Microsoft Research, mencatat tetap lebih efektif untuk memahami dan mengingat pelajaran dibandingkan hanya mengandalkan platform mencatat otomatis dengan AI.

Penelitian ini melibatkan 405 siswa sekolah menengah usia 14-15 tahun di Inggris. Riset ini menjadi salah satu riset pertama di kelas secara acak yang menguji langsung dampak penggunaan AI terhadap kemampuan siswa dalam memahami bacaan dan mengingat.

Mencatat Lebih Ampuh Bantu Paham dan Ingat Pelajaran
Dalam penelitian ini, para siswa diminta mempelajari dua materi sejarah, yaitu apartheid di Afrika Selatan dan krisis misil Kuba dengan metode berbeda. Ada yang belajar dengan mencatat, ada yang menggunakan AI (ChatGPT 3.5) turbo, dan ada pula yang menggabungkan keduanya.

Hasil tes mendadak yang diberikan tiga hari kemudian menunjukkan pola yang jelas. Siswa yang mencatat, baik dengan menulis sendiri maupun dikombinasikan dengan bantuan AI, memiliki pemahaman dan daya ingat yang lebih baik dibandingkan siswa yang hanya mengandalkan resume buatan AI.

Peneliti utama, Dr Pia Kreijkes, menegaskan bahwa meski AI modern, efektivitas belajar tetap lebih kuat saat siswa aktif mencatat.

“Studi kami menunjukkan bahwa siswa menikmati penggunaan chatbot AI, tetapi mencatat tetap lebih efektif untuk hasil belajar,” ujar peneliti senior Cambridge University Press & Assessment ini, dikutip dari laman resminya.

AI Pelengkap Cara Belajar

Meski mencatat sendiri terbukti paling efektif dari ketiga metode belajar, penelitian ini tidak menutup mata terhadap manfaat AI. Banyak siswa menggunakan AI untuk menggali pertanyaan lebih dalam daripada materi yang disampaikan, memahami konteks hal sejarah, dan menjelaskan istilah yang rumit.

Para peneliti menilai, masalah muncul ketika siswa hanya menyalin jawaban AI tanpa memprosesnya sendiri. Dengan begitu, AI sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti cara belajar aktif. Siswa harus bisa menggabungkan keduanya dengan bijak.

Rekomendasi ini juga ditegaskan oleh peneliti dari Microsoft Research, Dr Jake Hofman.

“Alih-alih melihat teknik belajar tradisional seperti mencatat dan pendekatan AI generatif yang lebih baru sebagai sesuatu yang saling bersaing, kita seharusnya memandang keduanya sebagai metode yang saling melengkapi.”

(sumber: detik.com)

Pos terkait