Mencari Kerja Sulit, Lulusan SMA Kepri Minim Keahlian

pengangguran di batam 2023
Galangan kapal Marcopolo di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Edwin Koo/Bloomberg

BATAM (gokepri) – Tingginya angka pengangguran di Kepulauan Riau disebabkan oleh kualifikasi calon pekerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, menyebut banyak pelamar tidak memiliki keterampilan dan sertifikasi yang dibutuhkan.

“Ada ribuan pelamar untuk lowongan barista, tapi tidak ada yang punya sertifikasi. Begitu juga welder atau helper, ditolak semua karena tidak punya skill,” ujarnya pada Sabtu (28/6).

Diky menjelaskan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri mencapai 6,8% dari sekitar satu juta angkatan kerja. Angka ini setara dengan 70.000 orang penganggur. Mereka bukan hanya penduduk lokal, melainkan juga pendatang yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.

HBRL

Fenomena ini menimbulkan anomali di Batam, yang menjadi pusat industri dan pariwisata. Tingginya investasi dan ketersediaan lapangan kerja ternyata tidak serta-merta menekan angka pengangguran. “Ini masih pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan,” kata Diky.

Karena itu, Disnakertrans Kepri fokus meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi. “Kami memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) di Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, dan Batam. Ini yang akan kami dorong terus,” tambahnya.

Lulusan SMA menjadi fokus utama program ini. Banyak dari mereka belum memiliki keahlian teknis tertentu. Disnakertrans Kepri berkomitmen menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran secara signifikan.

“Berbeda dengan lulusan SMK yang sudah punya dasar keahlian, banyak lulusan SMA yang belum siap masuk dunia kerja. Inilah fokus kami,” ujar Diky.

Baca Juga: Pengangguran di Kepri Makin Berkurang, Pemprov Fokus Kompetensi Tenaga Kerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait