Maryono Terpilih Pimpin Perkumpulan Mubaligh Kepri

Maryono terpilih pimpin Perkumpulan Mubaligh Kepri
Maryono terpilih pimpin Perkumpulan Mubaligh Kepri

Tanjungpinang (gokepri.com) – Mantan Ketua Umum Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Maryono, terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Mubaligh Provinsi Kepri. Maryono dipilih melalui formateur yang terdiri dari 11 utusan dalam musyawarah yang berlangsung di Asrama Haji Tanjungpinang, Kamis (14/1/2021).

Para utusan ini terdiri dari Pemprov, Kanwil Kemenag, dan DPRD Provinsi Kepri. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), NU, Muhammadiyah, Al-Jam’iyatul Washliyah Kepri, dan lainnya.

“Tadi telah diadakan pemilihan dalam bentuk Musyawarah Pembentukan Perkumpulan Mubaligh Kepri. Saya, alhamdulillah terpilih sebagai ketua umum,” ujarnya.

Maryono menjelaskan, tujuan pembentukan Perkumpulan Mubaligh Kepri ini adalah untuk mengoordinasikan organisasi serupa di tingkat kabupaten dan kota. Mengingat selama ini organisasi mubaligh telah terbentuk di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.

“Karena di empat kabupaten dan kota sudah terbentuk, maka dibentuklah di tingkat provinsi. Tujuannya untuk mengoordinasikan yang sudah ada, sekaligus membentuk yang belum terbentuk. Seperti Anambas, Natuna, dan Lingga,” jelasnya.

Menurut Maryono, pembentukan Perkumpulan Mubaligh Kepri dilatarbelakangi sejumlah hal. Di antaranya banyaknya mubaligh terpendam yang belum terwadahi untuk muncul ke publik. Kemudian sering gagalnya perjuangan karena tidak ada kebersamaan dan perlunya kesepahaman untuk meningkatkan sumber daya mubaligh.

“Ini nantinya yang akan kita lakukan untuk meningkatkan kualitas mubaligh. Termasuk dari sisi ekonomi dan lainnya,” kata Maryono.

Menindaklanjuti hasil musyawarah, Perkumpulan Mubaligh Kepri segera melakukan konsolidasi kepengurusan. Baik antar pengurus di tingkat provinsi maupun dengan pengurus mubaligh di tingkat kabupaten dan kota.

“Tentu tujuan utamanya adalah untuk membantu pemerintah, menjaga keharmonisan, serta kerukunan antar umat beragama,” pungkasnya. (wan)

Pos terkait